Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Ledakan di Istanbul Turki, Presiden Erdogan Hadiri KTT G20 di Bali

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 15 November 2022 |05:03 WIB
5 Fakta Ledakan di Istanbul Turki, Presiden Erdogan Hadiri KTT G20 di Bali
Presiden Erdogan (Foto: Reuters)
A
A
A

ISTANBUL - Ledakan terjadi di Istanbul, Turki, pada Minggu 13 November 2022. Dikutip dari BBC, ledakan itu terjadi sekitar pukul 16:20 waktu setempat (13:20 GMT) di jalan perbelanjaan di daerah Taksim Square, kata gubernur kota Turki Ali Yerlikaya.

Hingga kemarin, Senin 14 November 2022 korban mencapai puluhan orang.

Berikut fakta-faktanya:

1. Korban Tewas 6 Orang dan 81 Terluka

Data Senin 14 November 2022, jumlah korban akibat ledakan Istanbul menjadi 81 orang terluka dan 6 orang meninggal.

BACA JUGA:KBRI: Tidak Ada WNI Jadi Korban Ledakan Bom di Turki 

Menurut Derya Yanık, Menteri Keluarga dan Layanan Sosial Turki, menjelaskan enam orang yang tewas termasuk Yusuf Meydan, anggota kementerian dan putrinya Ecrin.

2. Serangan Teroris

Wakil Presiden (Wapres) Turki Fuat Oktay mengatakan ledakan tersebut sebagai serangan teroris.

"Kami menganggapnya sebagai aksi teroris sebagai akibat dari seorang penyerang, yang kami anggap seorang wanita, meledakkan bom itu," katanya, Minggu 13 November dikutip Anadolu Agency.

 

Menurutnya, setidaknya delapan jaksa telah ditugaskan untuk menyelidiki kejadian itu. Lain hal dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ledakan itu mungkin terkait teror, tetapi dia belum yakin.

BACA JUGA:Kemarahan Selimuti Turki Usai Ledakan di Istanbul, Warga: Kami Tidak Takut 

“Mungkin salah jika kita mengatakan ini benar-benar teror, tetapi menurut temuan awal, apa yang dikatakan gubernur saya, ada bau teror di sini,” katanya pada konferensi pers.

3. Warga Turki Tak Takut

Ledakan di Turki membuat dunia internasional turut berduka. Namun, warga Turki menegaskan bahwa mereka tidak takut.

Meski terjadi ledakan, ada beberapa toko tetap buka yang berada dekat lokasi kejadia. Hal itu untuk menunjukkan perlawanan.

"Kami tidak takut, kami mendengar ledakan tapi kami buka selama polisi tidak datang dan meminta kami untuk menutup," kata Mustafa Guler, manajer restoran Keyif Nevizade di lingkungan itu, dikutip AFP.

Jalan Nevizade, deretan restoran ikan dengan jarak 300 meter dari lokasi ledakan, biasanya dipadati sepanjang waktu. Tapi teras lebih sunyi dari biasanya pada sore hari.

Senada diungkapkan Derin, manajer sebuah hotel di gang 200 meter dari jalan raya, sedang menunggu panggilan telepon.

"Saya tidak takut," katanya.

"Tapi saya marah," ujarnya yang menggambarkan dirinya sendiri pendukung oposisi.

"Marah karena negara saya menemukan dirinya dalam situasi seperti itu lagi,” terangnya.

Wisatawan juga terlihat terus berjalan-jalan. "Kami tidak takut. Kami tahu bahwa serangan sering terjadi di negara seperti ini," kata Sylvana Sassa, 27 tahun dari Gabon yang tiba di Istanbul 10 hari lalu.

"Karena kami tidak tinggal lama, kami terus berbelanja (setelah ledakan), dan kami akan kembali besok pagi," lanjutnya sambil memegang koper merah mudanya.

4. Tak Ada WNI Jadi Korban

Kedutaan Besar RI di Ankara menyampaikan, sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan bom di daerah Taksim, Istanbul, Turki.

"Hingga saat ini tidak terdapat informasi mengenai WNI yg menjadi korban," demikian menurut KBRI Ankara dilansir Antara, Senin 14 November 2022.

Berdasarkan catatan KJRI Istanbul, jumlah WNI yang menetap di Istanbul sekitar 500 orang.

5. Erdogan Tetap Hadiri KTT G20

Meski negaranya sedang diteror dengan terjadinya sebuah ledakan pada Minggu 13 November 2022. Presiden Erdogan dan delegasinya akan melanjutkan rencana untuk menghadiri KTT G20 di Bali, Indonesia.

KTT G20 sendiri berlangsung pada 15-16 November 2022.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement