Share

Filipina dan China Saling Bertikai untuk Ambil Puing-Puing Roket yang Mengapung di Laut China Selatan yang Disengketakan

Susi Susanti, Okezone · Selasa 22 November 2022 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 18 2712414 filipina-dan-china-saling-bertikai-untuk-ambil-puing-puing-roket-yang-mengapung-di-laut-china-selatan-yang-disengketakan-xNnOmixegw.jpg Puing-puing roket China jatuh di Laut China yang disengketakan (Foto: Reuters)

MANILA - Filipina dan China pada Minggu (20/11/2022) berselisih mengenai puing-puing roket China di Laut China Selatan yang disengketakan. Ketegangan ini semakin meningkat menjelang kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris.

Wakil Laksamana Filipina Alberto Carlos mengatakan sebuah kapal China diduga memblokir sebuah kapal angkatan laut Filipina dua kali sebelum mengambil puing-puing yang ditarik dari Pulau Thitu, yang diduduki oleh Filipina dan dikenal secara lokal sebagai Pulau Pag-asa.

 Baca juga: Sampah Antariksa China Jatuh di Samudera Hindia, Lewati RI dan Malaysia

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (21/11/2022), Carlos mengatakan bahwa penjaga pantai China telah "secara paksa mengambil" puing-puing yang mengapung di perairan. Dia mengatakan personel lokal menggunakan kamera jarak jauh dan melihat puing-puing sekitar 800 yard dari gundukan pasir pada Minggu (20/11/2022) dan berangkat untuk memeriksanya.

Baca juga: Roket China Jatuh ke Bumi, NASA Klaim Beijing Tidak Berikan Informasi

Kantor Berita Filipina (PNA) milik pemerintah melaporkan, puing-puing itu digambarkan sebagai "logam" dan mirip dengan pecahan yang ditemukan di bagian lain negara itu dua minggu lalu, menimbulkan kecurigaan bahwa itu berasal dari peluncuran roket China baru-baru ini.

Berbicara pada konferensi pers reguler pada Senin (21/11/2022), Mao Ning, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, juga mengkonfirmasi bahwa kapal polisi maritim China menemukan benda mengambang yang tidak diketahui di perairan yang disengketakan pada Minggu (20/11/2022).

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Mao membantah adanya konfrontasi dan mengatakan kepada wartawan "tidak ada yang disebut intersepsi dan penyitaan di tempat kejadian."

“Setelah mengidentifikasinya sebagai puing-puing fairing roket yang baru-baru ini diluncurkan oleh China, personel lokal pertama-tama menyelamatkan dan menarik benda terapung itu. Setelah negosiasi persahabatan antara kedua belah pihak, pihak Filipina mengembalikan benda terapung ke pihak China di tempat, dan personel China menyatakan terima kasih kepada pihak Filipina,” terangnya, pada Senin (21/11/2022).

Insiden itu dilaporkan pada Minggu (20/11/2022), sehari sebelum jadwal kunjungan Harris ke provinsi barat Palawan di mana komando militer Filipina bertugas mempertahankan dan berpatroli di perairannya di tepi Laut China Selatan berada.

Ini bukan pertama kalinya puing-puing luar angkasa China ditemukan di dekat Filipina. Badan Antariksa Filipina (PhilSA) dalam sebuah pernyataan pada 9 November lalu mengatakan puing-puing yang diambil di dua lokasi berbeda di perairan Palawan dan Occidental Mindoro mungkin berasal dari roket Long March 5B yang diluncurkan China pada akhir Oktober lalu.

“Sehubungan dengan hal ini, PhilSA ingin mengulangi upaya berkelanjutannya untuk mempromosikan dan mendorong akuntabilitas antar negara atas objek yang diluncurkan ke luar angkasa,” kata pernyataan itu.

China telah dikritik berulang kali karena membiarkan tahapan roket masuk kembali ke Bumi secara tidak terkendali. NASA tahun lalu menuduh Beijing "gagal memenuhi standar yang bertanggung jawab terkait puing-puing luar angkasa mereka" setelah bagian dari roket China mendarat di Samudra Hindia.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini