Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pelaut Belanda Mencari Benua Misterius, Berangkat dari Batavia

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 23 November 2022 |05:37 WIB
Kisah Pelaut Belanda Mencari Benua Misterius, Berangkat dari Batavia
Kisah pelaut Belanda mencari benua yang hilang (Foto: BBC Indonesia)
A
A
A

Para Ilmuan membutuhkan waktu 375 tahun untuk menemukan benua kedelapan di dunia, Meski, keberadaannya selama ini ada di depan mata. Namun, hingga kini misteri masih menyelimutinya. 

Pada 1642, Abel Tasman sedang menjalankan sebuah misi. Ia adalah pelaut Belanda berpengalaman, memiliki kumis yang flamboyan, janggut lebat, dan gemar main hakim sendiri — dalam perjalanan itu, misalnya, saat mabuk ia mencoba menggantung beberapa awak kapalnya.

BACA JUGA:Sebelum Bangsa Eropa, Penduduk Polinesia Berlayar ke Benua Amerika di Tahun 1200 

Tasman sangat yakin tentang keberadaan sebuah benua besar di belahan Bumi bagian selatan, dan bertekad untuk menemukannya. Pada saat itu, sebagian besar dari dunia ini masih sangat misterius bagi orang-orang Eropa. Namun mereka memiliki keyakinan tak tergoyahkan bahwa ada daratan luas di sana — yang sebelumnya dinamai Terra Australis — yang mengimbangi benua mereka di bagian utara Bumi.

Keteguhan ini berakar kuat sejak zaman Romawi Kuno, namun baru sekarang lah ada yang bertekad mengujinya. Maka, pada 14 Agustus 1642, Tasman mengawali perjalanannya dari markas perusahaannya di Batavia—yang kini merupakan Jakarta, Indonesia. Dengan dua kapal, mereka menuju ke barat, lalu ke selatan, lalu ke timur, sampai mereka berakhir di Pulau Selatan, Selandia Baru.

Pertemuan pertamanya dengan suku lokal Māori tak berjalan dengan baik: pada hari kedua, beberapa orang mendayung kano dan menabrak kapal kecil yang bertugas menyampaikan pesan di antara kedua kapal Belanda.

Bentrokan ini menyebabkan empat orang Eropa tewas. Setelah itu, pasukan Eropa menembakkan meriam ke 11 kano Māori lainnya — tak jelas apa yang terjadi pada mereka.

BACA JUGA:Alasan Kenapa Australia Disebut Benua Sekaligus Negara 

Dan itulah akhir misi Tasman. Dengan sedikit ironi, ia kemudian menamai lokasi tersebut Teluk Moordenaers (atau Pembunuh), dan berlayar pulang beberapa pekan kemudian. Ia bahkan tak pernah menginjakkan kaki di daratan baru itu.

Meskipun Tasman yakin bahwa ia telah menemukan benua besar di selatan itu, ternyata kenyataan tak seindah yang diangankannya. Dia tak pernah kembali ke sana. Pada masa itu, keberadaan Australia sudah diketahui, tapi orang-orang Eropa mengira itu bukanlah benua legendaris yang mereka cari. Belakangan, saat mereka berubah pikiran, mereka menamainya Australia, yang diambil dari Terra Australis.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement