Share

Salah Klaim Rusia Dalangi Insiden Rudal di Polandia, Jurnalis AP Dipecat

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 23 November 2022 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 18 2713101 salah-klaim-rusia-dalangi-insiden-rudal-di-polandia-jurnalis-ap-dipecat-Vj5egJq5ph.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Seorang jurnalis, yang salah mengklaim bahwa rudal yang menghantam Polandia pekan lalu berasal dari Rusia, telah dipecat dari kantor berita Associated Press (AP) tempatnya bekerja, menurut laporan sejumlah media Amerika Serikat (AS).

Berita pemutusan kontrak reporter investigasi James LaPorta oleh AP pertama kali dilaporkan Daily Beast pada Senin, (21/11/2022). Pemecatan itu kemudian dikonfirmasi ke Washington Post oleh "orang-orang di organisasi berita".

BACA JUGA: Rudal Rusia Hantam Desa Polandia, Tewaskan 2 Orang

Selasa lalu, AP mengeluarkan peringatan berita mengutip "seorang pejabat intelijen senior AS," yang mengklaim bahwa "rudal Rusia melintasi perbatasan dan menghantam Polandia, negara anggota NATO, menewaskan dua orang."

Peristiwa semacam itu akan menjadi eskalasi besar konflik di Ukraina, mengingat bahwa serangan terhadap satu anggota NATO seharusnya memicu tanggapan dari seluruh blok militer pimpinan AS tersebut. Kisah itu dengan cepat diambil oleh banyak media lain dan menjadi berita utama internasional.

Rusia membantah melakukan serangan di dekat perbatasan Ukraina-Polandia pada saat insiden di Desa Przewodow, sementara pejabat dari Polandia, AS dan Uni Eropa segera mengatakan hanya ada satu rudal yang terlibat dan kemungkinan besar ditembakkan oleh Ukraina.

BACA JUGA: NATO Ketar-Ketir Setelah Rudal Rusia Dilaporkan Hantam Polandia

AP kemudian menarik cerita yang ditulis oleh LaPorta dan menerbitkan catatan editor yang mengakui bahwa satu sumber yang digunakan dalam laporan itu salah dan bahwa “pelaporan selanjutnya menunjukkan bahwa rudal itu buatan Rusia dan kemungkinan besar ditembakkan oleh Ukraina untuk bertahan melawan serangan Rusia.”

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Menurut kebijakan agensi, sebuah cerita membutuhkan setidaknya dua sumber untuk diterbitkan, dengan satu sumber hanya diperbolehkan jika itu adalah "sosok otoritatif yang memberikan informasi dengan sangat rinci sehingga keakuratannya tidak diragukan lagi", demikian diwartakan RT.

Seorang karyawan AP yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Washington Post bahwa LaPorta memberi informasi yang salah kepada editornya bahwa seorang manajer senior telah memeriksa sumbernya, membuat mereka "kesan bahwa sumber cerita telah disetujui."

Juru Bicara AP Lauren Easton menolak untuk secara resmi mengidentifikasi LaPorta sebagai penulis peringatan berita kontroversial tersebut, tetapi mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa ketika "standar dilanggar", lembaga itu harus bertindak untuk melindungi integritasnya dan tidak "membuat keputusan ini dengan enteng".

LaPorta, reporter investigasi berusia 35 tahun, telah bersama AP sejak April 2020, meliput urusan militer dan masalah keamanan nasional. LaPorta juga mantan marinir AS yang bertugas di Afghanistan, menurut Post. Dia menolak berkomentar ketika didekati oleh surat kabar tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini