Share

Unik! Pria Suku Ethiopia Berlomba-lomba Gemukkan Diri untuk Jadi yang Tertampan

Nadilla Syabriya, Okezone · Kamis 24 November 2022 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 18 2714246 unik-pria-suku-ethiopia-berlomba-lomba-gemukkan-diri-untuk-jadi-yang-tertampan-YNSXIlYHsD.jpg Pria Suku Bodi. (Foto: Mirror)

ADDIS ABABA - Sebagian besar pria pastinya menginginkan berat badan yang ideal sehingga dapat membentuk six pack. Namun, berbeda dengan sebuah suku pria di Ethiopia yang malah berlomba-lomba memiliki tubuh gemuk.

Hal tersebut benar-benar terjadi pada suku Bodi atau Me’en yang tinggal di Lembah Omo, barat daya Ethiopia. Sebagai suku agraris, suku Bodi mencari nafkah dengan menggembalakan ternak, dan membudidayakan berbagai tanaman di sepanjang tepian Sungai Omo.

BACA JUGA: Singapura dan 3 Negara ASEAN Nominasikan Kebaya sebagai Warisan Budaya UNESCO 

Uniknya, yang paling terkenal dalam budaya mereka adalah perayaan Tahun Baru Bodi atau upacara Ka’el. Acara ini menampilkan sebuah kompetisi untuk pria-pria berbadan gemuk yang belum menikah sebagai kriteria tertampan dalam suku tersebut.

Setiap keluarga dapat menghadirkan kontestan yang mereka anggap layak untuk mengikuti kompetisi. Namun, menjadi gemuk merupakan sebuah tantangan besar. Pasalnya, para pria harus mempersiapkan diri selama enam bulan agar menciptakan tubuh yang benar-benar gemuk.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan hal-hal unik untuk membuat tubuh mereka menjadi gemuk. Berikut kisahnya seperti dirangkum dari Earthly Mission.

 BACA JUGA: Mengenal Zulu, Bangsa Perkasa dari Afrika Selatan

Minum Campuran Darah dan Susu Sapi 

Selama waktu enam bulan tersebut, mereka mengisolasi diri di dalam gubuk serta harus minum campuran darah dan susu dalam jumlah yang tidak masuk akal. Darah diperoleh dari sapi piaraan mereka. Namun, uniknya bukan dengan cara disembelih. Sapi akan dilukai dan mengalirkan darahnya ke dalam wadah kayu.

Mereka minum dua liter pertama saat matahari terbit, dan terus mengkonsumsinya sepanjang hari. Selain itu, karena suhunya yang panas, kontestan harus menenggak campuran tersebut sebelum menggumpal. Tak mudah untuk mengkonsumsi semangkuk besar darah dan susu, banyak pria yang memuntahkannya karena mereka tidak dapat meminumnya dengan kecepatan seperti itu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ritual Sakral 

Begitu tiba pada waktunya upacara, para pria akan menutupi tubuh mereka dengan tanah liat dan abu sebelum keluar dari gubuk mereka untuk berjalan-jalan ke tempat upacara akan berlangsung. Mereka juga mengenakan pakaian tradisional yang mencakup hiasan kepala yang terbuat dari kerang dan bulu, kalung manik-manik, dan gelang.

“Upacara selalu berlangsung di 4 desa Bodi yang berbeda. Setiap desa memiliki pemimpin suku mereka sendiri, untuk merayakan upacara Ka'el mereka. Upacara awal berlangsung di desa Hanna, dua lainnya terjadi di desa Gura, dan yang terakhir terjadi di desa Kulo,” kata Fitretu Getachew, pemandu lokal dan fotografer, seperti diwartakan Earthly Mission.

Kesulitan Berjalan 

Saat kontestan sudah siap, mereka mulai berjalan ke tempat upacara berlangsung atau lebih tepatnya ke pohon suci. Hal ini tentu jadi sebuah tantangan karena tubuh mereka yang gemuk dan berat badan yang tinggi.

Banyak dari mereka merasa bahwa menempuh jarak pendek lebih sulit daripada berminggu-minggu untuk menggemukkan. Tak sedikit yang merasa kesulitan saat berjalan. Untungnya, para wanita sigap untuk membantu kontestan yang kelebihan berat badan dengan air, dan sedikit alkohol.

Sebagai bagian dari upacara, orang-orang gemuk mulai berlari mengelilingi pohon keramat, sementara para juri mengawasi mereka. Pria yang kelebihan berat badan akan berlari di bawah terik matahari selama berjam-jam, sebab itu mereka secara teratur membutuhkan istirahat selama upacara.

Pria suku Bodi yang terpilih sebagai pemenang upacara Ka'el dianugerahi ketenaran yang luar biasa, dan akan dirayakan sebagai pahlawan. Tak heran mengapa menjadi 'pria gemuk tahun ini' adalah impian setiap pria Bodi.

Setelah upacara selesai, kehidupan mereka akan kembali normal dan kehilangan perutnya hanya dalam beberapa minggu. Namun tak lama kemudian, para peserta upacara Ka'el tahun depan memulai persiapan mereka untuk menjadi pahlawan masa depan suku tersebut.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini