Menurut Syaipulah, saat kapal mulai bergeser menuju Muara Kintap angin mulai bertiup kencang, sementara ketinggian gelombang hanya sekitar 1,5 sampai dua meter, namun secara tiba-tiba kapal seperti terkena pusaran angin.
“Seluruh ABK saat itu berada di dalam kapal, karena hujan dan angin, namun kapal masih dapat berjalan, sampai akhirnya suara bergemuruh terdengar dan membuat kapal bergoyang,” kata ayah dua anak itu.
Saat berada di luar dan posisi kapal mulai miring, menurut Syaipul, ia berupaya melepas boks ikan yang ada di atas atap kapal, upayanya berhasil dan bersama tujuh ABK lainnya hanyut terbawa arus menjauh dari pantai, sampai ditemukan kapal nelayan lainnya.
Korban selamat musibah KM Lembayung, Badarudin, Mardani, Hamsan, Ibrahim, Husaini, Yabani dan Syaipulah.
Sementara itu jasad Murni, dikebumikan pada Kamis 24 November 2022 pagi setelah disemayamkan di rumah duka di RT 2, jasad dibawa kepemakaman di Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan.
(Awaludin)