Share

Luka Patah Tulang, 10 Korban Gempa Cianjur Dirujuk ke RSUD Cibabat

Adi Haryanto, Koran Sindo · Kamis 24 November 2022 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 525 2713633 luka-patah-tulang-10-korban-gempa-cianjur-dirujuk-ke-rsud-cibabat-0jcwV18VXq.jpg Korban gempa Cianjur dirawat di RSUD Cibabat (Foto: Adi Haryanto)

CIMAHI - Sebanyak 10 korban luka akibat gempa bumi bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dirujuk untuk mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat di Kota Cimahi.

Mereka yang dirawat, di antaranya ada tiga orang yang masih berusia anak-anak dengan usia 5 tahun dan 12 tahun. Sementara sisanya adalah pasien dewasa dan ada sebagian dari mereka yang harus dioperasi.

"Ada 10 pasien dari Cianjur yang dirujuk ke sini dan satu di antaranya sudah diperbolehkan pulang," kata Wakil Direktur Pelayanan RSUD Cibabat drg. Daria Ginting, Rabu (23/11/2022).

BACA JUGA:Soroti Ambulans Berbayar, Ridwan Kamil: Biaya Medis Korban Gempa Cianjur Ditanggung Pemerintah! 

Menurutnya, para pasien yang dirujuk ke RSUD Cibabat dari Cianjur rata-rata mengalami patah tulang akibat terkena material reruntuhan bangunan. Seperti fibula dekstra, suspek neurogenik blader transfusi PRC, open fraktur tibia fibula dekstra, closed fraktur femur sin, hingga cedera kepala ringan.

"Jadi semuanya rata-rata kondisinya patah tulang akibat tertimpa material bangunan," ujarnya.

Dikatakannya, 5 dari 10 pasien korban gempa Cianjur rencananya akan menjalani tindakan lanjutan berupa operasi. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan kondisinya dibutuhkan tindakan tersebut.

"Hari ini dua orang yang dioperasi, sisanya menyusul untuk ditindak," kata dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara salah seorang pasien Nurhayati (27) warga Kampung Garogol, RT 05/03, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, menuturkan, saat kejadian sedang mengaji bersama puluhan warga yang lain di madrasah. Tiba-tiba merasakan guncangan yang begitu besar dan material bangunan berjatuhan.

"Saya lagi ngaji di madrasah, terus ada goyangan kenceng, pas mau berdiri langsung ketimpa reruntuhan bangunan," tuturnya yang mengalami luka pada tubuhnya hingga patah tulang pada bagian kaki.

Menurutnya, akibat ambruknya madrasah tersebut, banyak jemaah yang tertimpa reruntuhan bangunan karena kebanyakan mereka tidak sempat keluar untuk menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

"Ada yang sempat menyelamatkan diri keluar, kalau saya tertimbun dari jam 2 sampai jam 6 magrib," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini