Share

Diimingi Nasi Bungkus, Gadis Diperkosa Kakek Tukang Ojek di Hutan

Azhari Sultan, Okezone · Minggu 27 November 2022 02:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 27 340 2715524 diimingi-nasi-bungkus-gadis-diperkosa-kakek-tukang-ojek-di-hutan-8UPI3eddro.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAMBI - Seorang kakek berusia 52 tahun terpaksa berurusan dengan polisi. Pasalnya, pria paruh baya bernama Roni warga Desa Penyengat Olak, Jaluko, Kabupaten Muarojambi, Jambi nekat memperkosa seorang wanita di kawasan hutan di kawasan Pematang Gajah, Jaluko, Muarojambi.

Dalam aksinya, korban diancam dengan pisau jenis karter bila tidak mengikuti nafsu bejat pelaku. Sebelumnya, korban bersedia diantar pulang setelah diming-imingi dengan nasi bungkus.

Kasubdit Renakta, Ditreskrimum Polda Jambi, AKBP Kristian Adi Wibawa mengatakan, kejadiannya pada 16 September 2022 lalu.

Saat itu, katanya, pelaku melihat korban sedang berjalan kaki di kawasan Murni, Telanaipura, Kota Jambi menuju pulang ke rumahnya.

Baca juga: Tragis! Gadis Belia Dirudapaksa Tetangga saat Nonton TV di Rumah

Tanpa disadari korban, pelaku yang saat itu mengenakan rompi bertuliskan ojek beberapa kali memutar balik. Selanjutnya, pelaku memberanikan diri mendekati korban.

Kemudian, dirinya menawarkan diri untuk mengantarkan korban pulang ke rumah. Namun usahanya ditolak korban.

Baca juga: Modus Ajak Jalan, Kakek 60 Tahun Tega Cabuli Bocah di Rumah Kosong

"Ketika itu, korban sempat menolak, tetapi pelaku memaksa dengan mengatakan "lolo nian, mau diantar be dak mau"," ungkap Kristian, menirukan hardikan pelaku kepada korban, Sabtu (26/11/2022).

Pelaku pun tidak kurang akal. Dengan jurus rayuan mautnya, dia mengajak korban agar mau diantar pulang tanpa harus membayar ongkos atau gratis.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Tenyata, rayuan tersebut masih ditolak korban sembari meneruskan perjalanannya untuk pulang ke rumah. Gagal dengan rayuan pertama, pelaku melakukan rayuan berikutnya.

Kali ini, pelaku akan membelikan nasi bungkus korban bila mau diantar pulang. Karena matahari sudah menunjukkan teriknya, akhirnya korban bersedia diantar korban pulang.

Bukannya diantar langsung pulang ke rumah korban, tapi pelaku justru membawa korban berkeliling di seputaran Kota Jambi.

Tidak hanya itu, korban sempat dibawa pelaku ke rumahnya sendiri. "Pelaku beralasan kepada korban, untuk mengambil helm terlebih dahulu, agar tidak ditilang," tukasnya.

Usai mengambil helm di rumahnya, namun korban masih belum diantar pulang. Tapi, malah korban dibawa pelaku untuk menemani membayar tagihan listrik.

Tenyata, korban masih belum juga diantarkannya pulang ke rumahnya. Korban malah diajak pelaku berkeliling hingga ke kawasan ke Nes, Jaluko, Muarojambi.

Entah setan apa yang merasuki otaknya, pelaku malah bernafsu melakukan aksi bejatnya. Korban diancam dengan menggunakan pisau karter.

Saat itu, pelaku nekat mengancam dan memaksa korban agar mau melayani nafsu bejatnya. Bukan hanya itu, pelaku juga menyeret korban ke dalam semak-semak. Bahkan sempat terjadi pencekikan terhadap diri korban sembari pelaku menodongkan pisau karter yang dibawanya

"Pelaku ini mengancam mau bunuh korban jika tidak nurut. Dari tangan pelaku, kita juga temukan sebilah pisau jenis karter," tegas Kristian.

Ironisnya lagi, usai menjalankan aksinya, pelaku kemudian mengantarkan korban kembali ke rumahnya.

Tidak terima ulah kakek cabul tersebut, korban menceritakan pengalaman kelamnya kepada orangtua. "Atas laporan korban dan hasil penyelidikan, pelaku berhasil kita tangkap," tandas Kristian.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 285 KUHPidana dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini