Share

Kawanan Monyet Turun dari Gunung Merapi, Pertanda Akan Meletus?

Geri Herwanto, MNC Portal · Minggu 27 November 2022 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 27 510 2715629 kawanan-monyet-turun-dari-gunung-merapi-pertanda-akan-meletus-TCGiszOQpQ.jpg Illustrasi (foto: Freepick)

YOGYAKARTA - Sejumlah kawanan monyet di kawasan lereng Gunung Merapi dikabarkan mulai turun menuju ke salah satu desa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pertanda itu dipercaya oleh beberapa masyarakat akan terjadi bencana gunung meletus.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UPTD Museum Gunungapi Merapi, Mei Hartini. Dia mengatakan, informasi itu didapat dari laporan salah satu warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi. Menurutnya, informasi-informasi yang bersifat kearifan lokal itu memang harus ada yang bisa menerjemahkan, sehingga bisa diterima oleh masyarakat.

“Kalau orang Jawa itu percaya kalau Merapi erupsi pasti ada tandanya. Seperti hari ini ada 30 ekor monyet sudah turun sampai pemukiman warga,” ujar Hartini kepada MNC Portal Indonesia, saat ditemui di Museum Gunung Merapi, Jogja, Jawa Timur.

 BACA JUGA:Gunung Merapi 2 Kali Semburkan Awan Panas Sejauh 1.000 Meter

Oleh karena itu, Hartini menghimbau masyarakat agar tetap waspada menanggapi fenomena puluhan monyet yang turun dari gunung dengan ketinggian 2968 mdpl itu.

“Tetap waspada karena memang merapi itu gunung berapi yang aktif sekali, jadi hampir setiap hari ada erupsi dalam sekala kecil maupun sedang. Itu selalu ada,” kata Hartini menambahkan.

Meski hidup di tengah ancaman erupsi, Hartini mengatakan, bahwa masyarakat dan pemerintah telah bekerjasama dengan baik untuk menanggulangi proses evakuasi dari bencana Gunung Merapi.

 BACA JUGA:Peristiwa Hari Ini: Meletusnya Gunung Merapi yang Menewaskan Mbah Maridjan

“Alhamdulillah kalau di sekitaran gunung merapi ini swadaya masyarakat nya bagus, kerjasama gotong royong nya bagus. Mereka juga bekerjasama dengan pemerintah. Baik itu pemerintah desa maupun pusat, selain itu juga kami ronda gunung untuk mantau setiap hari di pos. Apalagi status gunung merapi masih waspada III. Jadi setiap hari ada petugas yang patroli,” tutur Hartini.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Museum Gunung Merapi, Imam Muslikh Mahmudi menjelaskan, pemerintah dengan sigap patroli untuk memantau ketika status Gunung Merapi aktivitasnya meningkat.

“Biasanya langsung dicek dengan pemantauan lewat CCTV maupun lihat secara langsung, misal ada pergerakan di puncak kelihatan tingkat waspada langsung disebarkan kepada warga sekitar lereng merapi,” ucap Imam menimpali.

Sekedar informasi, Gunung Merapi meletus besar pada 26 Oktober 2010 silam. Kala itu, 353 orang tewas termasuk Mbah Maridjan selaku juru kunci gunung tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 31 Desember 2010, kerusakan dan kerugian yang diakibatkan dari letusan Gunung Merapi tersebut sebesar Rp 3,62 Triliun.

Adapun rincian dari kerusakan akibat semburan awan panas yaitu, sektor ekonomi produktif sebesar Rp 1,69 Triliun, infrastruktur Rp 707, 42 Miliar, perumahan Rp 626, 65 Miliar, lintas sektor Rp 408, 75 Miliar dan sektor sosial Rp 122, 47 Miliar. Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini