Share

Kertas Kosong Jadi Simbol Protes Warga China Terhadap Aturan Lockdown Covid-19 Pemerintah

Nadilla Syabriya, Okezone · Senin 28 November 2022 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 18 2716376 kertas-kosong-jadi-simbol-protes-warga-china-terhadap-aturan-lockdown-covid-19-pemerintah-JzdHwK21Od.jpg Foto: Reuters.

SHANGHAI – Warga di kota-kota besar China seperti Nanjing dan Beijing pada Minggu, (27/11/2022)menggelar protes terhadap aturan penguncian (lockdown) berkepanjangan pemerintah terkait kebijakan nol-Covid. Para demonstran menggunakan lembaran kertas kosong sebagai simbol protes mereka.

Kemarahan warga dipicu saat terjadinya kebakaran yang menewaskan 10 orang dalam sebuah apartemen di Urumqi, Xinjiang. Pasalnya, korban tidak bisa menyelamatkan diri karena tuntutan mengurung diri selama 100 hari yang diberlakukan pemerintah.

Melansir dari Reuters, sejumlah kerumunan telah berkumpul di beberapa jalan Shanghai pada Sabtu malam (26/11/2022). Mereka menyalakan lilin dan mengangkat kertas kosong sebagai ucapan belasungkawa terhadap korban di Urumqi.

"Kertas kosong mewakili semua yang ingin kami katakan tetapi tidak bisa kami katakan. Saya datang kesini untuk memberikan penghormatan kepada para korban kebakaran. Saya sangat berharap kita dapat mengakhiri semua tindakan COVID ini. Kami ingin hidup normal kembali. Kami ingin memiliki martabat,” kata Johnny, salah satu pengunjuk rasa, seperti dilansir Reuters, Senin, (28/11/2022).

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Protes terhadap pemerintah yang meluas jarang terjadi di China karena ruang untuk perbedaan pendapat telah dibatasi sejak kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Oleh sebab itu, sebagian besar warga hanya bisa mengutarakan pendapatnya di media sosial.

Protes ini mengingatkan kembali seperti yang dilakukan para aktivis di Hongkong tahun 2020. Mereka mengangkat lembaran kertas kosong sebagai protes untuk menghindari slogan yang dilarang berdasarkan UU keamanan nasional baru. Pengunjuk rasa di Moskow juga menggunakannya untuk memprotes perang Rusia terhadap Ukraina.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini