Share

Terancam Rusak Akibat Perubahan Iklim, PBB: Great Barrier Reef Harus Masuk Daftar Bahaya

Susi Susanti, Okezone · Selasa 29 November 2022 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 18 2717030 terancam-rusak-akibat-perubahan-iklim-pbb-great-barrier-reef-harus-masuk-daftar-bahaya-YZZNc27nsg.jpg Terumbu karang Great Barrier Reef (Foto: Reuters)

SYDNEY – Sebuah panel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (29/11/2022) merekomendasikan jika gugusan terumbu karang Great Barrier Reef di Australia harus terdaftar sebagai situs warisan dunia ‘dalam bahaya’.

Panel itu mengatakan ekosistem terumbu karang terbesar di dunia tersebut secara signifikan dipengaruhi oleh perubahan iklim dan pemanasan lautan.

Terumbu karang ini terancam rusak akibat peristiwa pemutihan yang sering terjadi. Termasuk empat kali dalam tujuh tahun terakhir dan yang pertama selama fenomena La Nina, yang biasanya membawa suhu lebih dingin tahun ini.

 Baca juga: Australia Janjikan Rp10 Triliun untuk Lindungi Great Barrier Reef

Pemutihan terjadi ketika air menghangat terlalu banyak, menyebabkan karang mengeluarkan alga berwarna-warni yang hidup di jaringannya dan menjadi putih.

"Ketahanan (terumbu karang) untuk pulih dari dampak perubahan iklim secara substansial terganggu," kata ilmuwan UNESCO, yang mengunjungi terumbu karang pada Maret lalu, dikutip Antara.

 Baca juga: PBB Usul Great Barrier Reef Australia Masuk Daftar 'Dalam Bahaya'

Menteri Lingkungan Hidup Tanya Plibersek mengatakan pemerintah akan mendorong UNESCO untuk tidak mencantumkan terumbu karang sebagai terancam punah karena perubahan iklim mengancam semua terumbu karang di seluruh dunia.

"Kami dengan jelas akan menunjukkan kepada UNESCO tidak perlu memilih Great Barrier Reef dengan cara ini," terangnya saat jumpa pers.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

"Alasan bahwa UNESCO di masa lalu memilih tempat yang berisiko adalah karena mereka ingin melihat investasi pemerintah yang lebih besar atau tindakan pemerintah yang lebih besar dan sejak pergantian pemerintahan, kedua hal itu telah terjadi,” lanjutnya.

Pemerintah Partai Buruh Australia yang baru terpilih telah berjanji untuk membelanjakan sekitara 1,2 miliar dolar Australia (Rp12,55 triliun) di tahun-tahun mendatang untuk melindungi terumbu karang.

Parlemen pada September lalu mengeluarkan undang-undang untuk emisi nol bersih pada 2050.

Seperti diketahui, Canberra telah melobi selama bertahun-tahun untuk menjaga terumbu karang--yang menyumbang 6,4 miliar dolar Australia (Rp66,97 triliun) bagi perekonomian--dari daftar terancam punah karena dapat menyebabkan hilangnya status warisan kekayaan alam, yang mengurangi daya tariknya bagi wisatawan.

Tahun lalu, Australia menghindari daftar terumbu karang yang "berbahaya" setelah lobi besar-besaran oleh pemerintah sebelumnya yang membuat UNESCO menunda keputusan hingga tahun ini.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini