SYDNEY – Sebuah panel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (29/11/2022) merekomendasikan jika gugusan terumbu karang Great Barrier Reef di Australia harus terdaftar sebagai situs warisan dunia ‘dalam bahaya’.
Panel itu mengatakan ekosistem terumbu karang terbesar di dunia tersebut secara signifikan dipengaruhi oleh perubahan iklim dan pemanasan lautan.
Terumbu karang ini terancam rusak akibat peristiwa pemutihan yang sering terjadi. Termasuk empat kali dalam tujuh tahun terakhir dan yang pertama selama fenomena La Nina, yang biasanya membawa suhu lebih dingin tahun ini.
Baca juga: Australia Janjikan Rp10 Triliun untuk Lindungi Great Barrier Reef
Pemutihan terjadi ketika air menghangat terlalu banyak, menyebabkan karang mengeluarkan alga berwarna-warni yang hidup di jaringannya dan menjadi putih.
"Ketahanan (terumbu karang) untuk pulih dari dampak perubahan iklim secara substansial terganggu," kata ilmuwan UNESCO, yang mengunjungi terumbu karang pada Maret lalu, dikutip Antara.
Baca juga: PBB Usul Great Barrier Reef Australia Masuk Daftar 'Dalam Bahaya'
Menteri Lingkungan Hidup Tanya Plibersek mengatakan pemerintah akan mendorong UNESCO untuk tidak mencantumkan terumbu karang sebagai terancam punah karena perubahan iklim mengancam semua terumbu karang di seluruh dunia.
"Kami dengan jelas akan menunjukkan kepada UNESCO tidak perlu memilih Great Barrier Reef dengan cara ini," terangnya saat jumpa pers.
Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir
Follow Berita Okezone di Google News