Share

Terkuak! Ini Motif Perundungan yang Menimpa Siswa SD hingga Koma

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 29 November 2022 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 519 2717332 terkuak-ini-motif-perundungan-yang-menimpa-siswa-sd-hingga-koma-k4m4jf1ZJJ.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

MALANG – Polres Malang mengungkap dugaan korban perundungan sekolah dasar (SD) hanya satu anak. Hal tersebut setelah kepolisian melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah pihak.

Kasatreskrim Polres Malang Iptu Wahyu Rizky Saputro mengatakan, dari hasil penyelidikan baru satu korban yang diduga menjadi korban perundungan. Pihaknya juga belum membuktikan dugaan pemalakan yang sebelumnya diadukan oleh orangtua MW.

“Korban hanya satu, kalau pemalakan kita belum bisa membuktikan ke arah itu,” kata Wahyu Rizky, pada Selasa sore (29/11/2022) ditemui di Mapolres Malang.

 BACA JUGA:Sempat Pulang dari RS, Siswa SD Korban Perundungan di Malang Kembali Dirawat

Diketahui motif perundungan yang dilakukan oleh tujuh siswa kelas VI diduga karena perilaku aktif dari korban. Korban juga disebut kerap memanggil kakak kelasnya dengan kata yang tidak sopan.

“Korban ini punya perilaku yang aktif, perilaku aktif ini misalnya memanggil seniornya dengan kata-kata tidak sopan, dan itu dibenarkan oleh teman – teman dan gurunya, karena perilaku itu, kakak kelasnya akhirnya emosi sehingga melakukan bullying,” ujarnya.

Namun, pihaknya tidak menempatkan terduga pelaku di tempat khusus karena sejumlah pertimbangan. Salah satunya pengakuan teman korban yang menyebut MW kerap mengajaknya bermain dengan sepeda motor trail kecilnya, hingga beberapa kali jatuh.

“Kita sedang mendalami ternyata korban ini punya trail kecil, dibenarkan ibu korban, juga ada teman korban yang sering diajak main bersama ketika pulang sekolah,” ujarnya.

“Ketika bermain, korban sering dan pernah jatuh dari motor tersebut jatuh di aspal, menabrak pohon, dari pertimbangan itu juga dari UPTD PPA provinsi dan kabupaten tidak menempatkan ABH di tempat khusus,” imbuhnya.

BACA JUGA:Siswa SD di Malang Korban Perundungan Alami Pembengkakan dan Pendarahan Otak 

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Sejauh ini, kepolisian belum memintai keterangan pihak dokter di RSI Gondanglegi dan RSUD Kanjuruhan, yang merawat MW. Polisi juga belum mengambil sampel visum luka korban, karena masih menunggu koordinasi dan komunikasi dengan dokter untuk observasi luka pada tubuh MW.

“Dokter belum bisa diminta keterangan, tapi yang jelas kita juga akan lakukan pemeriksaan. Sebab saat itu sedang dilakukan observasi. (pengambilan visum) masih koordinasi dengan dokter, nanti dokter yang bisa menjelaskan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswa SD di Kabupaten Malang diduga menerima perlakuan perundungan dan penganiayaan oleh kakak kelasnya kelas VI, pada Jumat 11 November 2022. Korban diseret dari sekolahnya di SDN Jenggolo yang berada di Jalan Raya Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, ke Bendungan Sengguruh tak jauh dari sekolahnya.

Setelah diduga dieksekusi korban ditinggalkan begitu saja sebelum akhirnya ditemukan pencari rumput yang membantunya menyeberangkan kembali ke sekolah. Akibat kejadian itu, korban mengeluhkan pusing dan mual, serta harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Ramdani Husada, Jatikerto, Kromengan.

Korban akhirnya dirujuk ke RSI Gondanglegi dan telah dirawat selama satu minggu hingga Kamis 24 November 2022. Selama perawatan di RSI Gondanglegi, korban sempat mengalami koma akibat luka yang diterimanya. Korban sempat pulang meski akhirnya kembali dirawat di RSUD Kanjuruhan pada Selasa siang 29 November 2022.

Polres Malang sendiri telah memeriksa 17 orang dari terduga pelaku, pihak sekolah, dan orangtua korban. Kepolisian masih berhati – hati menangani dugaan perundungan ini sebab baik korban maupun pelaku statusnya masih anak – anak yang dilindungi undang – undang khusus.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini