Share

Terkuak, Ini Motif Mama Muda Bunuh Bayinya yang Berumur 10 Hari

Dede Febriansyah, MNC Portal · Selasa 29 November 2022 23:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 610 2717382 terkuak-ini-motif-mama-muda-bunuh-bayinya-yang-berumur-10-hari-iyhhGsYnqf.jpg Ini motif ibu muda yang membunuh bayinya yang baru berumur 10 hari. (MNC Portal)

MUARAENIM - Tersangka kasus pembunuhan terhadap bayi berusia 10 hari, Ranti Ilmiati (22), mengaku masih sering terbayang wajah anaknya berinisial RK.

Di hadapan polisi, Ranti juga mengaku sangat menyesal atas tindakan kejam yang dilakukannya terhadap anak keduanya tersebut.

"Dalam beberapa hari ini saya sangat sering terbayang dengan wajah anak saya. Saya sangat menyesal," ujar Ranti dihadapan penyidik PPA Satreskrim Polres Muara Enim, Selasa (29/11/2022).

Meski menjadi pelaku tunggal atas kematian anaknya, Ranti mengaku lebih menyayangi RK dibandingkan anak pertamanya.

"Anak pertama itu karena hamil luar nikah, jadi tidak punya status, lebih baik dirawat orang lain agar punya status dan mendapat kehidupan lebih baik," ucapnya.

Ranti mengakui, anak keduanya tersebut lebih disayang karena memiliki status pernikahan sah, meskipun sudah pisah dengan suaminya.

"Pisah sekitar dua bulan, usia kandungan sudah delapan bulan. Jadi di situ aku bingung tidak punya uang untuk hidup dan biaya persalinan," jelasnya.

Saat akan melahirkan, ia menginap di rumah temannya yang menjadi orang tua angkat dari anaknya yang membantu biaya persalinan.

"Karena waktu itu tidak punya uang dan orangtua sedang bekerja di Jambi. Jadi di rumah hanya ada aku dan adik," ujarnya.

Setelah melahirkan, dibuatlah perjanjian. Hak asuh diberikan kepada keluarga Edi Kusnadi, yang menjadi orang tua angkat dari korban.

"Setelah itu orang tua saya pulang dari Jambi, jadi punya uang. Niatnya ingin ganti biaya persalinan, tapi tidak diberitahu besarannya berapa," katanya.

Ranti mengaku sangat menyesal menitipkan RK dan sangat ingin merawat anak tersebut meskipun dengan serba kekurangan.

Follow Berita Okezone di Google News

"Ya karena anak aku ada statusnya, setidaknya bapaknya jelas tapi itu aku pendam dalam hati," katanya.

Ia juga belum sempat menyatakan bahwa ingin mengambil anak tersebut. Ia dan memilih apabila dirinya tidak memiliki anak tersebut maka orang lain juga tidak.

"Pisau itu dibawa dari rumah, dan memang sudah siap dipenjara,” ungkapnya.

Kapolres Muara Enim, AKBP Andi Supriadi mengatakan, pihaknya masih terus memproses dan memeriksa tersangka.

"Kita juga melibatkan psikolog untuk mengecek kejiwaannya, baru diperiksa hasilnya belum keluar," jelasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini