Selain itu, investigasi menemukan penunjukannya sah, dan bahwa dia menggunakan kekuatan ekstra hanya sekali yakni untuk menggantikan seorang menteri dalam masalah yang tidak terkait dengan pandemi.
Tapi ivestigasi itu memutuskan Morrison "secara fundamental merusak" pemerintah yang bertanggung jawab. Penyelidikan lain menemukan bahwa sebagian besar keputusannya tidak ada hubungannya dengan pandemi.
Morrison mengatakan kepada parlemen bahwa dengan melihat ke belakang dia yakin keputusannya "tidak perlu" dan dia telah memberi mereka "pertimbangan yang tidak memadai".
"Tidak seorang pun dari kita yang bisa mengklaim sempurna dalam keadaan seperti itu, dan saya tidak," katanya, dikutip BBC.
Tapi dia tidak meminta maaf, dan berpendapat kecaman itu tentang "intimidasi politik" dan "pembalasan".
Sebagian besar rekan koalisi kanan-tengahnya mendukung pendapat itu. Namun satu anggota parlemen, Bridget Archer, mengatakan dia tidak menerima penjelasanMorrison tentang tindakannya dan mendukung kecaman tersebut.
"Dan saya sangat kecewa dengan kurangnya permintaan maaf yang tulus, atau yang lebih penting, pemahaman tentang dampak dari keputusan ini," katanya di parlemen.