Share

Menlu Rusia Keluhkan Eropa Tidak Tawarkan Hal Konkret dalam Mediasi dengan Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 03 Desember 2022 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 03 18 2719853 menlu-rusia-keluhkan-eropa-tidak-tawarkan-hal-konkret-dalam-mediasi-dengan-ukraina-gzfCE5LdAQ.jpg Menlu Rusia Sergey Lavrov (Foto: TASS)

RUSIA - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengeluh bahwa negara-negara Eropa sejauh ini tidak menawarkan apa pun yang konkret dalam hal mediasi antara Rusia dan Ukraina.

“Ngomong-ngomong, Macron telah secara teratur menyatakan selama dua minggu terakhir bahwa dia merencanakan percakapan dengan presiden Rusia,” katanya, sambil menambahkan bahwa Rusia tidak memiliki 'sinyal' apa pun melalui saluran diplomatik, dikutip BBC.

Baca juga:  Menlu Rusia: Perang di Ukraina Pengaruhi Harapan Pembicaraan Nuklir

Lavrov menyebut mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry sebagai sosok yang di masa lalu mampu memecahkan masalah dan terlibat dalam dialog yang sebenarnya.

Baca juga: Dilarikan ke RS Sanglah, Menlu Rusia Dikabarkan Diperiksa Kesehatannya di Poliklinik Jantung

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan pada Jumat (2/12/2022) bahwa waktunya telah tiba untuk bekerja demi perdamaian yang adil bagi Ukraina, tetapi harus melalui kemerdekaan Kyiv dan bukan penyerahannya.

"Kremlin sekarang harus memberikan sinyal konkret daripada membom penduduk," katanya kepada surat kabar La Repubblica.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan "sebelum musim semi mendatang" gambaran yang lebih jelas akan muncul tentang bagaimana gencatan senjata atau gencatan senjata dapat dilakukan. Namun dia mengatakan situasi di lapangan membuat tugas menjadi lebih rumit.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Di sisi lain, dalam kunjungan ke Ukraina, Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, mengatakan tidak akan ada perdamaian sampai Rusia berhenti berbohong tentang apa yang dilakukannya di Ukraina.

"Tidak ada jalan maju berdasarkan kebohongan. Ada kekejaman yang dilakukan di sini,” terangnya saat berbicara di Bucha, di mana pasukan Rusia dituduh melakukan kejahatan perang dalam pembantaian ratusan warga sipil.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini