Share

Menlu Rusia: Perang di Ukraina Pengaruhi Harapan Pembicaraan Nuklir

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 02 Desember 2022 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 18 2719528 menlu-rusia-perang-di-ukraina-pengaruhi-harapan-pembicaraan-nuklir-Ag2lqUOtQ6.jpg Menlu Rusia Sergei Lavrov (Foto: Xinhua)

MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Moskow bersedia bertanggungjawab dalam pengendalian senjata nuklir. Namun, dia mengatakan tidak mungkin untuk membahas stabilitas nuklir dengan mengabaikan keterlibatan Barat dalam perang di Ukraina.

"Sangat jelas bahwa tidak mungkin membahas stabilitas strategis hari ini sambil mengabaikan semua yang terjadi di Ukraina. Karena tujuan di Ukraina telah diumumkan--bukan untuk menyelamatkan demokrasi Ukraina, tetapi untuk mengalahkan Rusia di medan perang, atau bahkan menghancurkan Rusia," terangnya, Kamis (1/12/2022), dikutip Antara.

Lavrov mengatakan Moskow telah menyatakan kesediaannya di masa lalu untuk membahas perpanjangan perjanjian senjata nuklir New START dengan Washington, untuk mempertimbangkan senjata hipersonik terbarunya.

Baca juga: Rusia Dituding Gunakan Rudal Berkemampuan Nuklir untuk Menghancurkan Sistem Pertahanan Udara Ukraina 

Dia mengatakan Rusia juga telah siap untuk melampaui pernyataan bersama dengan Amerika Serikat (AS) pada Juni 2021, yang mengatakan bahwa perang nuklir tidak dapat dimenangi dan tidak boleh dilakukan, dengan mengatakan bahwa perang apa pun antara kekuatan nuklir tidak dapat diterima.

Baca juga: Penasihat Zelensky: 13.000 Tentara Ukraina Meninggal Sejak Awal Perang Melawan Rusia 

Namun, Lavrov mengatakan naif bagi AS untuk mengharapkan Rusia membahas masalah nuklir strategis sementara. Di mata Moskow, AS berusaha menghancurkan Rusia.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Rusia minggu ini menarik diri dari pembicaraan yang seharusnya diadakan dengan AS di Kairo mengenai perjanjian New START, yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir yang dapat dikerahkan masing-masing pihak.

Rusia menyalahkan keadaan hubungan yang mengerikan dan menuduh Washington melakukan perilaku anti-Rusia.

Sementara itu, negara-negara Barat sebagai sekutu Ukraina mengatakan bahwa mereka mempersenjatai Kiev untuk membantu mempertahankan diri melawan agresi Rusia.

Mereka menolak pernyataan Rusia bahwa mereka mengeksploitasi Ukraina sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan dan mengalahkan Rusia atau bahkan menghancurkannya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini