Share

Gunung Semeru Meletus, Badan Meteorologi Jepang Tegaskan Tak Ada Ancaman Tsunami

Susi Susanti, Okezone · Senin 05 Desember 2022 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 18 2720674 gunung-semeru-meletus-badan-meteorologi-jepang-tegaskan-tak-ada-ancaman-tsunami-EAOfrKX3bA.jpg Gunung Semeru meletus di Lumajang, Jawa Timur, Indonesia (Foto: AFP-JIJI)

JEPANGBadan Meteorologi Jepang menegaskan tidak ada ancaman tsunami di Jepang dari gunung berapi Semeru yang meletus pada Minggu (4/12/2022).

Lembaga penyiaran publik NHK, mengutip badan cuaca negara tersebut telah memperingatkan bahwa tsunami dapat tiba di pulau Miyako dan Yaeyama di prefektur selatan Okinawa sekitar pukul 14:30 waktu setempat pada Minggu (4/12/2022) setelah letusan besar gunung berapi Semeru.

Baca juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi, Baca Doa Ini agar Selalu Diberi Keselamatan 

Letusan terjadi di Gunung Semeru di pulau utama Jawa sekitar pukul 11:18 pada waktu setempat.

Seperti diketahui, letusan gunung berapi setinggi 3.676 meter yang terletak sekitar 850 kilometer tenggara ibu kota Jakarta, tepat satu tahun lalu itu telah menyebabkan kematian banyak orang.

Baca juga: Pemkab Lumajang Tetapkan Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru 14 Hari   

Sebelumnya diberitakan, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas dengan ditandai luncuran awan panas beberapa kali. Terjauh sepanjang Minggu (4/12/2022) awan panas meluncur hingga radius 13 kilometer dan 7 kilometer ke arah barat daya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut telah dinaikkan dari Level 3, atau Siaga menjadi Level 4 atau Awas sejak Minggu (4/12/2022) pukul 12.00 WIB.

Follow Berita Okezone di Google News

PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Indonesia pun menetapkan masa tanggap darurat erupsi Gunung Semeru selama 14 hari. Masa tanggap darurat ini dimulai sejak surat keputusan dikeluarkan Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

Menurut Cak Thoriq, sapaan akrabnya, SK penetapan tanggap darurat selama 14 hari sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini