Share

Di Bawah Kepemimpinan Netanyahu, AS Bersumpah Menentang Pendudukan Israel di Tepi Barat

Susi Susanti, Okezone · Senin 05 Desember 2022 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 18 2720890 di-bawah-kepemimpinan-netanyahu-as-bersumpah-menentang-pendudukan-israel-di-tepi-barat-7kZRpunJnz.jpg Menlu AS Antony Blinken (Foto: AP)

WASHINGTONMenteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) Antony Blinken pada Minggu (4/12/2022) bersumpah akan menentang pendudukan dan pencaplokan yang dilakukan Israel di wilayah Tepi Barat. AS juga  berjanji akan menilai pemerintahan Israel berikutnya di bawah kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu berdasarkan tindakan, bukan kepribadian sang pemimpin.

Seperti diketahui, Netanyahu akan kembali berkuasa setelah menyepakati sebuah koalisi dengan gerakan sayap kanan ekstrem, termasuk Zionisme Keagamaan, yang akan diberikan tanggung jawab menangani masalah permukiman di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.

Saat berbicara kepada J Street, kelompok advokasi AS pro-Israel yang progresif, Blinken memberikan ucapan selamat kepada pemimpin veteran Israel itu, meski sebelumnya pernah berselisih dengan pemerintahan Demokrat terdahulu di Washington.

 Baca juga: Netanyahu Tanda Tangani Kesepakatan Koalisi Israel dengan Partai anti-LGBT, Berikan Porsi Jabatan di Pemerintahan

“Kami akan mengukur pemerintah (Israel) berdasarkan kebijakan yang diambilnya alih-alih kepribadian individunya,” terangnya, dikutip VOA.

Baca juga: Presiden Israel Minta Netanyahu Bentuk Pemerintahan Baru, Punya Waktu 28 Hari

Namun ia mengatakan bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden akan bekerja “tanpa henti” untuk mempertahankan “cakrawala harapan,” seredup apa pun itu, demi pembentukan negara Palestina.

“Kami juga akan terus menentang dengan tegas tindakan yang merusak prospek solusi dua negara, termasuk – namun tidak terbatas pada – perluasan permukiman, pergerakan untuk mencaplok wilayah Tepi Barat, gangguan terhadap status quo bersejarah tempat-tempat suci, pembongkaran dan penggusuran, serta hasutan untuk melakukan kekerasan,” lanjutnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Blinken mengatakan bahwa pemerintahan Biden akan menuntut prinsip-prinsip inti demokrasi, termasuk penghormatan hak-hak warga LGBTQ dan penegakan keadilan yang setara untuk semua warga Israel.

Sebagai informasi, kelompok sayap kanan dalam koalisi Netanyahu akan mencakup Noam, yang pemimpinnya, Avi Maoz, sangat menentang hak-hak LGBTQ.

Netanyahu dengan cepat mengatakan bahwa pawai Pride di Yerusalem, pawai kelompok LGBTQ, akan tetap dilakukan, bertentangan dengan Maoz yang berjanji akan membatalkannya.

Sementara itu, pemimpin Zionisme Keagamaan Itamar Ben-Gvir, yang akan memegang peranan penting dalam koalisi Netanyahu, merupakan pendukung setiap pendudukan Yahudi dan pernah memajang foto Baruch Goldstein di ruang tamu rumahnya, sosok yang membantai 29 jamaah Palestina di Masjid Hebron pada 1994.

Pemilu 1 November lalu merupakan pemilu Israel yang kelima dalam kurang dari empat tahun terakhir. Pemilu itu dilangsungkan setelah runtuhnya beraneka ragam koalisi yang berusaha mencegah Netanyahu naik kembali di tengah berbagai skandal yang melilitnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini