Share

Sisa Harimau Tasmania Terakhir Ditemukan Tersimpan dalam Lemari Selama 85 Tahun

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 06 Desember 2022 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 18 2721353 sisa-harimau-tasmania-terakhir-ditemukan-tersimpan-dalam-lemari-selama-85-tahun-MmTcPWwiFQ.jpg Foto: ABC News.

HOBART - Sisa-sisa harimau Tasmania terakhir yang diketahui - diperkirakan hilang selama 85 tahun - telah ditemukan tersimpan di lemari sebuah museum Australia.

Harimau Tasmania, atau yang juga dikenal sebagai thylacine, itu mati di penangkaran di Kebun Binatang Hobart pada 1936 dan tubuhnya diberikan ke museum lokal. Tapi apa yang terjadi pada kerangka dan kulitnya setelah itu menjadi misteri abadi.

BACA JUGA: Telah Lama Punah, Ilmuwan Berusaha Bangkitkan Kembali Harimau Tasmania dengan Rekayasa Genetika 

Museum dan Galeri Seni Tasmania kehilangan jejak sisa-sisanya, dan diyakini telah dibuang.

Penelitian baru telah menemukan bahwa sisa-sisa harimau Tasmania itu ternyata selama ini ada di museum - diawetkan tetapi tidak dikatalogkan dengan benar.

Hariman Tasmania atau thylacine.

"Selama bertahun-tahun, banyak kurator museum dan peneliti mencari jenazahnya tanpa hasil, karena tidak ada materi harimau Tasmania yang berasal dari tahun 1936 yang tercatat," kata Robert Paddle, yang menerbitkan buku kepunahan harimau Tasmania sebagaimana dilansir BBC.

"Diasumsikan tubuhnya telah dibuang."

Tetapi dia dan salah satu kurator museum menemukan laporan ahli mengisi kulit binatang yang tidak dipublikasikan, yang mendorong peninjauan koleksi museum.

Mereka menemukan spesimen harimau Tasmania betina yang hilang di lemari di departemen pendidikan museum.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Spesimen itu telah dibawa keliling Australia sebagai pameran keliling tetapi staf tidak menyadari itu adalah harimau Tasmania terakhir, kata kurator Kathryn Medlock kepada Australian Broadcasting Corporation.

"Itu dipilih karena merupakan kulit terbaik dalam koleksi," katanya.

"Saat itu mereka mengira masih ada hewan (harimau Tasmania) di semak-semak."

Kulit dan kerangkanya sekarang dipajang di museum di Hobart.

Awalnya diyakini berkeliaran di seluruh Australia, populasi harimau Tasmania menurun karena dampak dari manusia dan dingo.

Akhirnya marsupial hanya ditemukan di pulau Tasmania, di mana mereka akhirnya diburu hingga punah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini