Share

Bantah Anti Kritik, PM Malaysia Anwar Ibrahim Tegaskan Tidak Perintahkan Pihak Berwenang Selidiki Orang yang Mengkritiknya

Susi Susanti, Okezone · Selasa 06 Desember 2022 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 18 2721446 bantah-anti-kritik-pm-malaysia-anwar-ibrahim-tegaskan-tidak-perintahkan-pihak-berwenang-selidiki-orang-yang-mengkritiknya-8xJaO4hzfv.jpg PM Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: Bernama)

MALAYSIAPerdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim membantah klaim bahwa dia atau pemerintah telah memerintahkan pihak berwenang untuk menyelidiki orang-orang yang mengkritiknya.

Hal ini diungkapkan Anwar selama konferensi pers pada Senin (5/12/2022). Anwar, yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan, diapit oleh Wakil PM Ahmad Zahid Hamidi dan Fadillah Yusof serta Kepala Sekretaris Pemerintah Mohd Zuki Ali saat konferensi pers di kantor PM.

Ia mengatakan, penyidikan dilakukan polisi terhadap pihak-pihak yang mencoba menghasut isu SARA atau agama.

 “Ini tidak bisa dibandingkan dengan kritik terhadap perdana menteri atau terhadap pemerintah,” terangnya, dikutip CNA.

Baca juga:  Usai Pimpin Rapat Kabinet, PM Malaysia Anwar Ibrahim: Semua Menteri Setuju Potong Gaji 20%

“Saya tidak pernah menginstruksikan… Saya telah mengatakan kepada inspektur jenderal polisi bahwa kritik terhadap perdana menteri dan pemerintah adalah bagian dari sistem demokrasi. Diperbolehkan dan diperbolehkan seperti halnya saya berhak menjawab saat dibutuhkan,” ujarnya.

Baca juga:  Istri Ulang Tahun, PM Malaysia Anwar Ibrahim Beri Penghormatan dan Puji Wan Azizah

Sementara itu, Ketua Konferensi Penguasa Tuanku Muhriz Tuanku Munawir pada 1 Desember lalu mengatakan bahwa semua pemimpin harus bekerja untuk mengakhiri ekstremisme agama dan ras dalam semangat kebersamaan.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

“Saya mendesak pemerintah baru untuk menanamkan semangat kebersamaan di antara warga Malaysia. Saya harap tidak ada lagi pemimpin yang mengangkat isu SARA atau agama untuk memprovokasi masyarakat,” terang Tuanku Muhriz seperti dilansir media setempat.

Polisi Malaysia juga telah memperingatkan pengguna media sosial agar tidak membagikan konten yang membahas isu-isu sensitif yang melibatkan ras dan agama.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini