Share

Pengungsi Erupsi Semeru Menurun, BPBD Lumajang Tetap Siagakan 3 Dapur Umum

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 06 Desember 2022 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 519 2721297 pengungsi-erupsi-semeru-menurun-bpbd-lumajang-tetap-siagakan-3-dapur-umum-W6iQwdKu9d.jpg Korban erupsi Gunung Semeru (Foto: Pemprov Jatim)

LUMAJANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyiagakan tiga posko dapur umum untuk penanganan pengungsi erupsi Gunung Semeru. Tiga dapur umum itu untuk menyuplai kebutuhan pengungsi yang mulai menurun dibanding hari pertama erupsi, pada Minggu (4/12/2022).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengungkapkan, hingga pukul 18.00 WIB asesmen pihaknya terdapat 699 jiwa.

"Total ada 699 jiwa pengungsi yang tersebar di 23 titik pengungsian," kata Patria Dwi, saat dikonfirmasi Selasa pagi (6/12/2022).

Pihaknya juga telah membuat tiga posko dapur umum, berkoordinasi dengan instansi lainnya mulai dari PMI Kabupaten Lumajang dan Dinas Sosial Kabupaten Lumajang.

"Satu posko dapur umum berada di Balai Desa Penanggal sekaligus posko tanggap darurat utama. Dua posko dapur di Desa Sumberurip dari Dinsos Lumajang, dan Kecamatan Pronojiwo dari PMI Kabupaten Malang," bebernya.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi Kembali Pagi Ini, Kolom Abu 400 Meter di Atas Puncak

Patria memastikan erupsi luncuran awan panas dari Gunung Semeru Minggu kemarin tidak ada korban jiwa, hanya 7 orang dilaporkan menjalani rawat inap akibat luka yang dideritanya. Erupsi juga merusak beberapa fasilitas bangunan mulai dari sekolah, jalan hingga tempat ibadah.

Baca juga: Semeru Meletus di Tanggal Sama 4 Desember, Peringatan Setahun Erupsi Batal

"Fasilitas pendidikan sekolah yang rusak satu, jalan desa sepanjang tiga kilometer, jembatan penghubung dua unit, dan empat tempat ibadah terdampak," ungkapnya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Guguran awan panas juga membuat 81 hektar area persawahan warga terdampak, sedangkan 20 ekor kambing warga mati. Warga juga mengevakuasi tak kurang dari 109 ekor kambing dan dua ekor domba.

Sebelumnya diberitakan, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas dengan ditandai luncuran awan panas beberapa kali. Terjauh sepanjang Minggu (4/12/2022) awan panas meluncur hingga radius 13 kilometer dan 7 kilometer. Luncuran awan panas guguran terus terjadi hingga Senin (5/12/2022) ini.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut telah dinaikkan dari Level 3, atau Siaga menjadi Level 4 atau Awas sejak Minggu 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB.

PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diharapkan tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Hingga Senin petang kemarin, aktivitas Gunung Semeru berangsur-angsur melandai. Meski secara status masih berada di level IV atau awas. Asesmen sementara belum dilaporkan korban jiwa maupun luka-luka dalam erupsi Gunung Semeru yang tepat terjadi pasca erupsi dahsyat pada 4 Desember 2021.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini