Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Bambang Sugianto, Sipir Bertangan Dingin 'Pawang' Para Narapidana Terorisme

Eka Setiawan , Jurnalis-Jum'at, 09 Desember 2022 |17:31 WIB
Kisah Bambang Sugianto, Sipir Bertangan Dingin 'Pawang' Para Narapidana Terorisme
Bambang Sugianto dan Umar Patek. (Foto: Dok Ist)
A
A
A

Para napiter yang ditemui Bambang berangkat dari berbagai kelompok. Seperti; kombatan konflik Ambon, kelompok JI, Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Jamaah Anshor Daulah (JAD), hingga kelompok lokal Indonesia yang berafiliasi dengan kelompok teror ISIS.

Saat ini di Lapas Porong ada 5 napiter. Dua di antaranya adalah Asep Jaya dan Ismail yang berasal dari kelompok KOMPAK (sayap JI) kasus konflik Ambon dengan hukuman penjara seumur hidup.

Tiga lainnya adalah Mulyamin (JAD Medan), Slamet Rudhu dan Subkhan keduanya dari kelompok JAD Batang. Tiga napiter ini pada 14 Januari 2022 dipindahkan ke Lapas Porong dari penahanan Rutan Cikeas Bogor. Sekira sebulan kemudian, tepatnya 18 Februari 2022 mereka menyatakan ikrar NKRI.

“Kelimanya sudah ikrar NKRI,” ucapnya.

Nama-nama lain yang pernah dia sentuh di antaranya, Anton Labase residivis yang sudah bebas dan kembali ke Sulawesi, Khasim yang kini sudah bebas berada di Magelang hingga Riyanto. Nama terakhir ini bebas murni, tidak mau menyatakan ikrar NKRI.

“Kami masih berkomunikasi. Intinya identifikasi dulu, kasusnya, jaringannya, keterlibatannya, bagaimana keluarganya. Dari identifikasi itu nanti baru ketemu pintu masuk untuk pendekatannya. Intinya bangun komunikasi untuk membina hubungan kemudian timbul trust (rasa saling percaya). Kalau sudah ada trust masuknya lebih gampang,” tutup Bambang.

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement