Share

Korban Keegoan Orangtua, Bayi 6 Bulan Bertarung Nyawa di Ruang Operasi karena Tolak Donor Darah Orang yang Divaksin Covid

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 10 Desember 2022 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 10 18 2724449 korban-keegoan-orangtua-bayi-6-bulan-bertarung-nyawa-di-ruang-operasi-karena-tolak-donor-darah-orang-yang-divaksin-covid-3waR1JWqjQ.jpg Ilustrasi bayi (Foto: Times Now)

SELANDIA BARU – Sungguh kasihan nasib bayi berusia enam bulan ini. Hidup makhluk mungil ini harus dipertaruhkan karena keegoan orangtuanya yang menolak untuk menggunakan donor darah dari orang yang divaksinasi Covid-19 untuk operasi jantung sang bayi.

Padahal, bayi itu memiliki kelainan jantung bawaan dan membutuhkan operasi jantung terbuka yang mendesak untuk bertahan hidup.

Tetapi operasi itu ditunda karena orang tuanya hanya ingin donor darah dari orang yang tidak divaksinasi Covid-19.

Baca juga: Terlahir dengan 6 Kelainan Jantung, Wanita Ini Sudah Jalani 200 Kali Operasi 

Dikutip CNN, kasus ini terjadi di rumah sakit Selandia Baru. Awal pekan ini, seorang hakim memutuskan bahwa bocah itu, yang tidak dapat diidentifikasi karena alasan hukum, akan tetap berada di bawah perwalian pengadilan sampai dia pulih dari operasi.

Baca juga: Kisah Aneh Tapi Nyata, Lina Medina Perempuan Termuda di Dunia yang Melahirkan Pada Saat Usia Masih 5 Tahun

Menurut dokumen pengadilan, pengadilan juga menunjuk dua dokter sebagai agennya untuk mengawasi masalah seputar operasi dan pemberian darah.

Kendati demikian, ketika berbicara kepada afiliasi CNN Radio Selandia Baru (RNZ) pada Jumat (9/12/2022), pengacara orang tua, Sue Grey, mengonfirmasi bahwa orangtua bayi telah mengirim pesan kepadanya yang mengatakan bahwa operasi telah selesai dan putra mereka baik-baik saja.

RNZ melaporkan polisi dipanggil oleh rumah sakit pada Kamis (8/12/2022) setelah orang tua bayi mencegah dokter mengambil darah darinya untuk pengujian, atau melakukan rontgen dada atau penilaian anestesi.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Keputusan baru pada Kamis (8/12/2022) malam memerintahkan agar orangtua berhenti menghalangi upaya dokter untuk mempersiapkan operasi.

Kasus ini telah menarik perhatian pada konsekuensi kesalahan informasi vaksin selama dua tahun setelah kampanye inokulasi global.

Menurut putusan pengadilan, orangtua bayi percaya ada lonjakan protein dalam darah orang yang telah divaksinasi dan protein ini menyebabkan kematian tak terduga terkait transfuse.

Peluang menemukan protein lonjakan dalam darah yang disumbangkan sangat kecil, dan itu akan berada dalam kisaran pikogram jika memang ada,” terang Layanan Darah Selandia Baru dalam bagian Tanya Jawab di situs webnya.

"Tidak ada bukti bahwa ini merupakan risiko bagi penerima,” lanjutnya.

Orang tua sebelumnya menuntut layanan darah untuk mengambil sumbangan dari orang yang dipilih oleh keluarga. Namun badan tersebut menolak dan mengatakan tidak membedakan antara donor yang divaksinasi dan yang tidak divaksinasi.

Awal pekan ini, pengadilan mendengar bahwa Dr. Kirsten Finucane, Kepala ahli bedah jantung anak di Rumah Sakit Starship Auckland, telah memberi tahu orangtua bahwa tidak praktis untuk memiliki donor langsung.

Finucane telah berkonsultasi dengan ahli lain dan menemukan bahwa bypass jantung tanpa menggunakan darah atau produk darah tidak akan menjadi pilihan untuk operasi bayi.

Karena orang tua dan dokter tidak dapat menyetujui perawatan bayi dan transfusi darah, Layanan Kesehatan Selandia Baru mengajukan permohonan di bawah Undang-Undang Perawatan Anak pada November lalu, meminta pengadilan untuk menunjuk seorang dokter untuk mengambil perwalian sementara bayi tersebut untuk keperluan perawatan medisnya saja.

Menurut kementerian kesehatan, Selandia Baru memiliki tingkat vaksinasi yang relatif tinggi untuk Covid-19, dengan sekitar 90% orang berusia 12 tahun ke atas telah mendapatkan dua vaksin, dan lebih dari 70% orang dewasa yang memenuhi syarat telah menerima vaksin booster pertama.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini