"Komposisi bebatuan itu dan jumlah besi di Pilbara luar biasa dan mirip Mars," kata Van Kranendonk, "itulah sebabnya ia dikenal sebagai Planet Merah."
Pilbara bisa menjadi tak kenal ampun, ekstrem dan kadang-kadang berbahaya bagi mereka yang tidak siap.
Tempat itu juga sangat indah dan membangkitkan imajinasi bagi para pengunjung dari seluruh dunia.
Meskipun area ini terlihat seperti gurun semi-kering, di dalamnya terdapat salah satu taman nasional terelok di dunia.
Ukiran pada tanah akibat erosi perlahan selama miliaran tahun, kemegahan dunia lain Taman Nasional Karijini terletak jauh di kedalaman ngarai kuno dan jurang terjal, di mana air terjun nan dramatis dan lubang air sebening kristal muncul di antara bebatuan lurik.
Bagi para pengunjung, tempat ini adalah surga kolam batu menakjubkan yang dialiri air dari sumber bawah tanah, tetumbuhan rimbun, dan kehadiran aneka satwa.
Adapun bagi para ilmuwan, ngarai di Karijini menawarkan akses tak tertandingi ke penampang batuan berlapis yang digali secara alami yang mengungkapkan banyak hal tentang Bumi pada saat tanah kuno ini terbentuk.
"Ini adalah hal yang sangat indah; ngarai itu memungkinkan Anda untuk melihat ke bawah melalui lapisan waktu," kata Van Kranendonk.
(Nanda Aria)