Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengungkap Bencana Hidrometeorologi seperti Banjir dan Longsor yang Sering Melanda Indonesia

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 14 Desember 2022 |19:30 WIB
Mengungkap Bencana Hidrometeorologi seperti Banjir dan Longsor yang Sering Melanda Indonesia
Banjir (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

Bahkan, beberapa waktu lalu adanya ancaman fenomena La Nina “triple-dip" 2020-2023 (tiga tahun beruntun) tidak hanya di Indonesia tetap menjadi ancaman bagi banyak negara di dunia. Fenomena ini mengemuka pada saat agenda Mini Symposium 17th Annual Indonesia – U.S. BMKG – NOAA Partnership Workshop beberapa waktu lalu.

Kepala BMKG Dwikorita mengatakan, fenomena tersebut sebelumnya pernah terjadi dari 1973 -1975 serta 1998-2001. Fenomena ini akan berpengaruh terhadap pola cuaca - iklim di Indonesia. Salah satunya menyebabkan sebagian wilayah Indonesia mengalami musim hujan lebih awal.

Fenomena ini sudah dimulai pada pertengahan 2020 dan diprediksi akan tetap berlangsung hingga akhir tahun 2022 dan kemungkinan berlanjut hingga awal tahun 2023, sehingga dinamai “Triple Dip”.

“Triple Dip La Nina adalah fenomena unik. Masyarakat dan pemerintah pusat hingga daerah perlu mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, bandang, angin kencang, cuaca ekstrem, tanah longsor, dan lain sebagainya,” tutur Dwikorita.

Dwikorita mengatakan, hal ini akan mempengaruhi, pola cuaca La Nina adalah salah satu dari tiga fase El Nino Southern Oscillation (ENSO). Ini mengacu pada suhu permukaan laut dan arah angin di Pasifik dan dapat beralih antara fase hangat yang disebut El Nino, fase yang lebih dingin dengan sebutan La Nina, dan fase netral.

Fenomena La Nina ini, kata Dwikorita, yang akan membawa dampak peningkatan curah hujan di banyak tempat di Indonesia, meski sebenarnya dampak La Nina tidak pernah sama karena dipengaruhi faktor lainnya. “Yang perlu juga diwaspadai adalah penyakit yang biasa muncul di musim hujan, mulai dari diare, demam berdarah, Leptospirosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, dan lain sebagainya. Semua harus bersiap,” imbuhnya.

Berikut ini contoh-contoh bencana Hidrometeorologi:

1. Curah Hujan Ekstrem

Curah hujan adalah curah hujan yang jatuh di suatu lokasi tertentu dengan intensitas tinggi melebihi batas atas curah hujan biasanya dalam waktu tertentu (menit, jam, hari, bulan). Curah hujan ekstrem dipicu oleh pertumbuhan awan konventif (cumulonimbus) yang masif dan mencapai atmosfer yang tinggi. Selain curah hujan intensitas tinggi, awan cumulonimbus juga umumnya dapat disertai golakan angin kencang, hujan es dan potensi puting beliung.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement