Presiden Jokowi menyebutkan bahwa dengan semakin rendahnya angka kasus Covid-19, pemerintah berencana akan menghapus PPKM.
"Hari ini kasus harian kita 1.200. Akhir tahun mungkin nanti kita akan nyatakan berhenti PSBB dan PPKM kita. Perjalanan seperti itu harus kita ingat betapa sulitnya," pungkas Jokowi.
4. Covid-19 sempat menggila
Presiden Jokowi sempat mengulas perjalanan kasus Covid-19 di Indonesia. Saat varian delta masuk ke Tanah Air. Lonjakan kasus Covid-19 langsung tinggi. "Gempuran pandemi, saat delta masuk, kasus harian kita mencapai 56 ribu kasus," ujar Jokowi.
Jokowi mengungkapkan, saat itu sebagian besar jajarannya menyarankan agar dilaksanakan lock down. "Saat itu, saya ingat hampir 80 persen Menteri menyarankan saya untuk lock down. Termasuk masyarakat menyampaikan hal yang sama. Kalau itu kita lakukan saat itu, mungkin ceritanya akan lain saat ini," tutur Jokowi.
5. Ditambah gempuran Omicron
Jokowi kemudian menyebutkan varian Covid-19 Omicron membuat kasus harian Covid-19 cukup tinggi. "Muncul juga Omicron dengan kasus 64 ribu kasus harian. Kita ingat saat itu banyak pasien menumpuk di rumah sakit, oksigen kurang, untungnya kita tidak gugup dan bisa kelola dengan baik," ujar Jokowi.
MelihatNamun, saat ini kondisi semakin melandai. Jika terus bertahan, Jokowi menyebutkan bukan tidak mungkin pada akhir tahun 2022 pemerintah akan menghentikan PSBB atau PPKM.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.