Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Motif Pembunuhan Remaja di Tangerang, Rampas Motor Korban untuk Modal Usaha

Hambali , Jurnalis-Selasa, 03 Januari 2023 |17:49 WIB
Motif Pembunuhan Remaja di Tangerang, Rampas Motor Korban untuk Modal Usaha
Ilustrasi (Foto : Freepik)
A
A
A

TANGERANG SELATAN - Polisi mengungkap motif pembunuhan terhadap remaja berinisial FM (15) yang mayatnya dibuang di Jalan Bumi Botanika, Lengkong Kulon, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Tiga pelakunya berhasil ditangkap selang beberapa jam setelah penemuan mayat, Minggu 1 Januari 2023. Pelaku masing-masing berinisial MI (20), MS (21), dan ARS (13). Mereka ditangkap di daerah Pinang dan Kebon Nanas, Kota Tangerang.

Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati sekaligus juga ingin mencuri kendaraan dan handphonenya. Pelaku MI dan MS lantas merencanakan aksinya dengan terus mencekoki korban minuman keras di kontrakan salah satu temannya di Panunggangan Utara, Pinang, Kota Tangerang.

"Tersangka (MI dan MS) ingin menguasai kendaraan sepeda motor korban untuk dijual sebagai tambahan modal usaha, dan tersangka sakit hati kepada korban yang sering menghina orang tua tersangka," kata Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu, di Mapolsek Pagedangan, Selasa (3/1/2023).

Pada malam perayaan tahun baru itu, korban dan pacarnya berkumpul bersama pelaku di kontrakan milik saksi berinisial GA. Mereka menenggak minuman keras hingga lepas tengah malam. Selanjutnya, saksi dan pacar korban diantar pulang. Korban pun kembali ke kontrakan, di sana mereka terus menenggak minuman hingga mabuk.

"Tersangka MI mengambil kunci motor milik korban dan menahan agar tidak pulang. Tidak lama kemudian, korban muntah-muntah karena minuman. Pada saat korban muntah-muntah, tersangka MI langsung mencekek korban dari belakang menggunakan tali sepatu," kata Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu, di Mapolsek Pagedangan.

Pada saat kejadian, pelaku ketiga (ARS) yang masih di bawah umur sebenarnya sudah pulang ke rumah. Namun pelaku MI menghubungi agar datang ke kontrakan. Pelaku MI mendesak agar ARS membantu untuk membunuh korban.

"Tetapi pelaku anak sempat menolak karena tidak berani dan dijawab oleh tersangka MI 'sebentar aja'. Selanjutnya pelaku anak menyetujui untuk membantu dan masuk kedalam kontrakan," terang Sarly.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement