Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Guru SD di Indramayu Ditemukan Tewas Dalam Kontrakan

Andrian Supendi , Jurnalis-Rabu, 11 Januari 2023 |17:16 WIB
Guru SD di Indramayu Ditemukan Tewas Dalam Kontrakan
Guru SD di Indramayu ditemukan tewas dalam kontrakan. (MNC Portal/Andrian Supendi)
A
A
A

INDRAMAYU - Seorang wanita yang merupakan guru SD di Indramayu ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakannya,Dusun Buyut Milah, Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (10/1/2023).

Diketahui, korban bernama Ratna Harningsih (43), warga Desa Kopyah, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.

Kapolsek Anjatan, AKP Heriyanto mengatakan, pihaknya sudah membawa jenazah korban dan telah memeriksa sejumlah saksi.

Menurutnya, dugaan sementara, PNS yang tinggal dalam kontrakan seorang diri itu meninggal dunia akibat sakit karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

"Menurut keterangan petugas medis, setelah dilakukan pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diperkirakan korban sudah meninggal dunia lebih dari 24 jam," kata Heriyanto, Rabu (11/1/2023).

Ia menyampaikan, berdasarkan keterangan kakak kandung korban, Ratna sebelumnya sering mengeluh soal penyakit yang dideritanya.

"Kakak kandung korban memberikan keterangan bahwa korban ini sering kali mengeluh soal penyakit darah tinggi dan asam lambung yang dideritanya serta sering mengonsumsi obat diet," ujarnya.

AKP Heriyanto menuturkan, kronologi penemuan jenazah almarhumah terjadi pagi hari, sekitar pukul 09.30 WIB. Saksi pertama tetangga kontrakan korban, Suhaemi, melihat kejanggalan ketika mendapati jendela kontrakan korban dalam keadaan tidak terkunci dan mendengar suara kipas angin masih menyala.

Kemudian, Suhaemi meminta bantuan saksi kedua, Madi, untuk sama-sama mengecek kontrakan korban. Namun, saat keduanya mencoba membuka pintu, ternyata pintu kontrakan korban dalam keadaan terkunci.

"Akhirnya, kedua saksi mencoba masuk dengan mendobrak pintu kontrakan, lalu melihat korban sudah tergeletak di lantai kamar kontrakan dalam keadaan telungkup dan sudah tidak bernyawa. Suhaemi pun memberitahu kejadian tersebut ke pemilik kontrakan," tutur Kapolsek Anjatan.

Setelah mengetahui kejadian itu, lanjut AKP Heriyanto, pemilik kontrakan melaporkannya kepada pemerintah desa setempat dan petugas Polsek Anjatan guna dilakukan pengecekan lebih lanjut.

"Setelah mendapatkan laporan, anggota kami bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Anjatan beserta tim Inafis Polres Indramayu mendatangi TKP guna mengecek korban sekaligus mengevakuasi jenazahnya," terang Kapolsek Anjatan.

AKP Heriyanto menyatakan, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah almarhumah.

"Pihak keluarga menganggap kematian korban sebagai takdir. Selanjutnya keluarga korban membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement