Share

Siswi SMK di Pasuruan Tewas Tersambar KA Penataran, Diduga Depresi

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 12 Januari 2023 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 12 519 2745000 siswi-smk-di-pasuruan-tewas-tersambar-ka-penataran-diduga-depresi-MlM2GcXR7D.jpg Siswi SMK tewas tersambar kereta api di Pasuruan, Jatim. (Ist)

PASURUAN - Siswi SMK di Kabupaten Pasuruan tewas tertabrak kereta api (KA) Penataran. Korban bernama EWS (18) tertabrak KA Penataran di rel petak KM 18+4/5, Dusun Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (12/1/2023) pagi.

Dari informasi yang dihimpun, awalnya korban tengah berjalan kaki di rel dari rumahnya di Dusun Genengan, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, ke Desa Karangsono. Tidak lama berselang, sekitar pukul 06.20 WIB, melintas KA Penataran jurusan Surabaya-Malang-Blitar.

Warga sekitar, Eko Supriyono menuturkan, korban sempat diteriaki warga saat berjalan di rel karena kereta api akan melintas.

"Warga sudah meneriaki korban ada kereta api namun korban tidak mendengarkan dan terjadi lah kecelakaannya," kata Eko ditemui wartawan.

Korban tewas seketika di lokasi akibat tersambar KA Penataran yang melintas. Korban menderita luka berat di kepala, tangan kanan patah, dan luka di kaki kiri. Jenazahnya langsung dievakuasi ke RSUD Bangil.

Kapolsek Sukorejo, AKP Safiudin menyatakan, dari hasil penyelidikan, terungkap sebelum kejadian, EWS ditinggal pergi ibunya yang meninggal dunia. Semenjak ibunya meninggal dunia, diduga korban mengalami kesedihan hingga akhirnya depresi.

“Keterangan keluarganya, korban mengalami depresi karena ibunya meninggal,” ujar Safiudin.

Saat kesedihannya memuncak, kata dia, Eka pergi keluar dari rumahnya di Dusun Genengan sejak pagi buta. Eka berjalan kaki menyusuri pinggir rel kereta ke arah Dusun Karangsono, Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo.

Dugaannya korban sudah berencana mengakhiri hidupnya, sehingga memilih berjalan di pinggir rel kereta api dan tidak menghiraukan teriakan warga.

Follow Berita Okezone di Google News

Petugas juga menemukan secarik kertas bertuliskan nomor ponsel ayah dan kakaknya.

“Keterangan dari saudaranya korban juga sempat bilang ‘aku pingin melok ibuk’ (aku ingin iku ibu),” ungkapnya.

Setelah kejadian, korban langsung dibawa ke RSUD Bangil sebelum akhirnya diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini