Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ahmad Yani, Jenderal Ahli Strategi Terima Pedang Samurai Legendaris Jepang

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 14 Januari 2023 |05:41 WIB
Ahmad Yani, Jenderal Ahli Strategi Terima Pedang Samurai Legendaris Jepang
(Foto : Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani merupakan perwira tinggi TNI AD yang dikenal sangat cerdas. Dia adalah satu dari tujuh perwira tinggi TNI AD yang terbunuh saat peristiwa G30S/PKI pada 1965. Pada saat itu, Ahmad Yani adalah petinggi TNI AD paling berpengaruh selain AH Nasution.

Ahmad Yani lahir di Purworejo, Jawa Tengah pada 19 Juni 1922. Ia mengawali pendidikan formalnya di HIS atau sekolah setingkat sekolah dasar di Bogor. Pada 1935, Yani melanjutkan pendidikannya di MULO atau setingkat SMP lalu pada 1938 masuk ke AMS (setingkat SMA).

Dua tahun di AMS, Yani mengikuti pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer. Yani menempuh pendidikan militer di Malang, Jawa Timur, selama 6 bulan. Pada pertengahan 1941, Sersan Cadangan Bagian Topografi Ahmad Yani ditugaskan di Bandung.

Namun, karena potensinya yang cukup besar, Yani dikirim ke Bogor, Jawa Barat, untuk mengikuti pendidikan militer lebih intensif. Setelah kembali ke Bandung, Yani sempat menjadi guru bahasa sampai akhirnya Jepang masuk Indonesia.

Yani lalu mengikuti pendidikan militer Heiho di Magelang, Jawa Tengah. Ia kemudian bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA). Selama masa pendidikan keras 4 bulan itul kemampuan dan jiwa Ahmad Yani memperoleh pengakuan. Kapten Yanagawa Moichiro sebagai pengawas pelatihan memberikan Ahmad Yani sebuah katana (pedang samurai Jepang) sebagai pengakuan atas kompetensinya.

“Beliau memang seorang prajurit, ahli strategi perang sejak masuk PETA (Pembela Tanah Air) di Bogor. Dia juga pandai main ‘Sendai’, olahraga Jepang dengan pedang samurai. Karena pandainya itu, dia bisa lulus dengan baik dan diberi pedang (gunto) yang paling panjang. Itu diakui Pak Sarwo Edhie (Wibowo),” ujar Amelia A Yani, mengutip pemberitaan Okezone, Sabtu (14/1/2023).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement