Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TGB Diberikan Tasbih 'Petani Pohon Anti-Gempa' dari Abah Aos, Apa Artinya?

Inin Nastain , Jurnalis-Selasa, 17 Januari 2023 |12:45 WIB
TGB Diberikan Tasbih 'Petani Pohon Anti-Gempa' dari Abah Aos, Apa Artinya?
A
A
A

ACEH - Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo TGB HM Zainul Majdi mendapat hadiah istimewa dari Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul atau yang akrab disapa Abah Aos, di Banda Aceh.

TGB dikalungkan tasbih oleh Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah (TQN) Pesantren Suryalaya. "Petani pohon anti gempa," bisik Abah Aos setelah mengalungkan tasbih, Selasa (17/1/2023).

Petani pohon anti gempa sendiri, bermakna bahwa TGB dijadikan sebagai wakil talqin dari Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah Pesantren Suryalaya ini. Hal tersebut diketahui dari beberapa lembar kertas yang diberikan Abah Aos kepada TGB.

Pertemuan antara TGB dan Abah Aos berlangsung cukup hangat. Sebagai bentuk takzim, secara khusus TGB juga mengantarkan Abah Aos dan jemaahnya menuju bus.

TGB mengatakan, pertemuan dengan Abah Aos itu untuk bersilaturahim sekaligus mengikuti manakiban. Kedatangan Mursyid TQN ke Tanah Rencong juga menunjukkan bahwa nilai keislaman tumbuh subur di Provinsi Aceh.

"Alhamdulillah, pagi ini dapat bertemu dengan beliau (Abah Aos)," jelas dia.

Doktor Ahli Tafsir Alquran ini melanjutkan, kehadiran Abah Aos bersama jemaah di Aceh menunjukkan bahwa daerah itu mulia dan perlu dijaga. "Hadir di Aceh selalu menenangkan. Ada tambahan ilmu dan hal baik yang saya dapatkan, " jelas dia.

Sementara, Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul atau yang kerap disapa Abah Aos merupakan ulama kelahiran Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Ia merupakan anak pertama dari pasangan KH. Ibrahim (Mama Ibrahim) dan Hj Siti Muslihat. Abah Aos menjadi mursyid ke 38, meneruskan Abah Anom.

TQN adalah salah satu dari sekian Tarekat Mu’tabaroh yang terdaftar dalam JATMAN (Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nadhliyyah), dengan gabungan dari 2 Tarekat besar yakni Qodiriyyah dan Naqsyabandiyyah.

Tarekat Qodiriyyah merupakan ajaran Tarekat yang bersumber kepada Syekh Abdul Qodir Jaelani yang mempunyai gelar Shulthon Auliya (Rajanya para wali) dengan ciri yang melekat dzikir Jahar (Suara keras).

Adapun Tarekat Naqsyabandiyyah yang dinisbatkan kepada Syekh Bahauddin An-Naqsyabandi, dengan ciri yang melekat adalah Dzikir Khofi (Suara Halus). Kedua tarekat besar itu digabungkan oleh Ulama besar asal Indonesia yaitu Syekh Ahmad Khotib Sambas.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement