Pada perundingan itu Ranggalawe tanpa segan-segan ja melontarkan kata-kata lantang kepada Raden Wijaya. Namun di samping kekasaran itu diketahui watak Ranggalawe adalah seseorang yang mempunyai tekad besar, berani mempertaruhkan jiwanya untuk membela Raden Wijaya.
Ranggalawe juga memiliki sikap jujur, berani mengemukakan pendapatnya tanpa segan-segan. Namun tak jarang dari sikapnya itu membuat timbul perselisihan dengan Raden Wijaya dan beberapa pembesar lainnya.
Ranggalawe pula yang berperan membawa kuda-kuda milik Arya Wiraraja saat tentara Raden Wijaya hendak menyerbu Jayakatwang di Daha, Kediri. Total ada 27 ekor kuda yang dibawa Ranggalawe dari Madura, kuda-kuda itu merupakan kuda dari Bima, yang konon begitu gagah dan kuat di medan pertempuran.
Ranggalawe pun tiba kembali di Majapahit dengan membawa kuda-kuda milik ayahnya. Sedangkan sang ayah berangkat terpisah belakangan, Arya Wiraraja membawa bala tentara Madura ke Majapahit demi menyiapkan serangan ke Kediri, membantu temannya.
Dari sini jelaslah kedekatan Ranggalawe dengan Raden Wijaya pendiri dan raja pertama Kerajaan Majapahit berkat sang ayahnya. Ayahnya pulalah yang menyelamatkan dan menampung Raden Wijaya saat melarikan diri dari kejaran Jayakatwang dan tentaranya saat menyerbu Singasari.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.