Share

Cuaca Dingin Landa Afghanistan, Korban Meninggal Bertambah Jadi 124 Orang

Susi Susanti, Okezone · Rabu 25 Januari 2023 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 18 2752434 cuaca-dingin-landa-afghanistan-korban-meninggal-bertambah-jadi-124-orang-Dfx1yxCe8E.jpg Suhu dingin melanda Afghanistan (Foto: AFP)

KABUL – Setidaknya 124 orang meninggal akibat suhu beku di Afghanistan dalam dua minggu terakhir. Juru bicara Kementerian Negara Penanggulangan Bencana mengatakan sekitar 70.000 ternak juga mati dalam musim dingin terdingin dalam satu decade.

Banyak lembaga bantuan menangguhkan operasi dalam beberapa pekan terakhir setelah Taliban melarang perempuan Afghanistan bekerja untuk organisasi non-pemerintah.

Seorang menteri Taliban mengatakan meskipun ada kematian, dekrit itu tidak akan diubah.

BACA JUGA:  Dikenal Sebagai Kutub Utara China, Kota Mohe Catat Suhu Terdingin Minus 53 Derajat Celcius

Penjabat Menteri Penanggulangan Bencana Mullah Mohammad Abbas Akhund mengatakan kepada BBC bahwa banyak wilayah di Afghanistan sekarang benar-benar tertutup salju. Akibatnya helikopter militer telah dikirim untuk menyelamatkan, tetapi mereka tidak bisa mendarat di daerah yang paling bergunung-gunung.

BACA JUGA:  Bagaimana Rasanya Tinggal di Kota Terdingin di Dunia dengan Suhu Minus 50 Derajat Celcius?

Penjabat menteri mengatakan perkiraan untuk 10 hari ke depan menunjukkan suhu akan menghangat. Tapi dia masih khawatir tentang meningkatnya jumlah kematian - orang Afghanistan, dan ternak mereka.

“Sebagian besar orang yang kehilangan nyawa karena kedinginan adalah penggembala atau orang yang tinggal di daerah pedesaan. Mereka tidak memiliki akses ke perawatan kesehatan,” kata Mullah Akhund.

Follow Berita Okezone di Google News

"Kami prihatin dengan mereka yang masih tinggal di kawasan pegunungan. Sebagian besar jalan yang melewati pegunungan ditutup karena salju. Mobil macet di sana dan penumpang tewas dalam suhu yang membekukan,” lanjutnya.

Musim dingin selalu keras di Afghanistan, tetapi ini adalah cuaca terburuk dalam satu dekade.

Dan operasi bantuan tahun ini terhambat oleh dekrit pemerintah Taliban bulan lalu yang melarang perempuan Afghanistan bekerja di lembaga bantuan.

Tapi Mullah Akhund menegaskan dekrit ini tidak dapat dicabut. Dia mengatakan komunitas internasional harus menerima budaya Islam Afghanistan.

"Laki-laki sudah bekerja sama dengan kami dalam upaya penyelamatan dan perempuan tidak perlu bekerja sama dengan kami. Laki-laki dari setiap keluarga sudah berpartisipasi dalam upaya penyelamatan, jadi perempuan tidak perlu," katanya kepada BBC.

Pejabat bantuan, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sedang berusaha mencari cara untuk mengatasi larangan ini.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini