Share

Modus Ajarkan Doa, Guru Ngaji Lecehkan 3 Muridnya

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 25 Januari 2023 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 25 519 2752638 modus-ajarkan-doa-guru-ngaji-lecehkan-3-muridnya-0Z9V64OBBc.jpg Guru ngaji di Malang cabuli 3 muridnya dengan modus mengajarkan doa. (Ilustrasi/Freepik)

MALANG - Kakek di Malang tega mencabuli tiga murid mengajinya. Kakek berinisial K (72) asal Desa Singosari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, ini ditangkap setelah dilaporkan telah mencabuli tiga muridnya.

Kasatreskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Riski Saputro, membenarkan kasus pencabulan berkedok guru mengaji dengan tiga korban berinisial NAK (9), EYP (10), dan ACC (12). Kasus ini telah dilaporkan dan diproses Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang, pada Senin (23/1/2023).

"Mereka dicabuli dalam waktu yang berbeda. NAK dicabuli pada Januari 2023, EYP dicabuli pada Desember 2022, dan ACC pada akhir 2021 hingga Januari 2022," ucap Wahyu Rizki Saputro saat dihubungi pada Rabu (25/1/2023).

Awalnya pelaku berpura-pura mengajarkan doa dan memberinya doa kepada salah satu korban berinisial NAK. Awalnya korban dipegang di bagian kepala lalu memegang organ sensitif korban.

Korban tidak melawan karena takut kepada pelaku yang merupakan gurunya. Usai melampiaskan aksinya pelaku memberi korban uang dengan nominal bervariasi.

"Setelah melakukan pelecehan itu korban diberi uang Rp2 ribu hingga Rp5 ribu dan disuruh pulang," ujarnya.

Korban yang menerima perlakuan itu akhirnya mengadukan ke orang tuanya hingga kabar tersebar ke ketua RT setempat. Ketua RT akhirnya mendatangi rumah pelaku untuk melakukan klarifikasi. Tapi, pelaku membantah dan menyebut kabar tersebut fitnah.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Saat ini kami masih meminta keterangan saksi dan korban. Sudah ada enam yang diperiksa, yakni satu pelapor orangtua korban, 3 korban, dan 2 saksi. Selanjutnya kami akan memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan," tuturnya.

Pelaku terancam Pasal 82 Juncto pasal 76 E UU No. 35 tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan Ancaman.

"Ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak Rp300 juta dan paling sedikit Rp60 juta," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini