Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Operasi Militer AS Tewaskan Pemimpin Senior ISIS di Somalia, Tak Ada Warga Sipil yang Jadi Korban

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 27 Januari 2023 |13:57 WIB
Operasi Militer AS Tewaskan Pemimpin Senior ISIS di Somalia, Tak Ada Warga Sipil yang Jadi Korban
Operasi militer AS tewaskan pemimpin ISIS di Somalia (Foto: AFP)
A
A
A

WASHINGTON - Sebuah operasi militer Amerika Serikat (AS) menewaskan seorang pemimpin senior ISIS dan 10 anggota kelompok teror di Somalia utara pada Rabu (25/1/2023). Hal ini diungkapkan dia pejabat senior administrasi Presiden AS Joe Biden.

“Dari kompleks gua pegunungan di Somalia utara, Bilal al-Sudani dinilai telah mendukung ekspansi dan aktivitas ISIS di seluruh Afrika dan di luar benua,” kata pejabat senior administrasi pertama pada Kamis (26/1/2023), dikutip CNN.

Pejabat pertama menolak untuk memberikan perincian tentang anggota layanan yang terlibat dalam operasi tersebut, tetapi menekankan mereka melakukan persiapan luar biasa untuk misi tersebut.

Menurut pejabat pertama, Al-Sudani dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada 2012 karena membantu pejuang asing melakukan perjalanan ke kamp pelatihan al-Shabaab dan memfasilitasi pembiayaan.

BACA JUGA: Serangan Bom di Gereja Tewaskan 10 Orang, Pemerintah Kongo Salahkan Pemberontak yang Berafiliasi dengan ISIS

Dia menjelaskan operasi tersebut diharapkan dapat memberikan "informasi berharga" bagi komunitas intelijen AS, meskipun mereka menolak untuk menjelaskan secara spesifik.

BACA JUGA: Dua Istri Anggota ISIS Asal Spanyol Dipenjara Ketika Dipulangkan ke Negara Asalnya

Sedangkan pejabat kedua mengatakan bahwa AS memberi tahu dua mitra kontraterorisme terkait operasi militer ini, termasuk pemerintah Somalia.

Pejabat administrasi senior kedua mengatakan pada Kamis (26/1/2023) bahwa anggota senior tim keamanan nasional Presiden Joe Biden pertama kali diberi pengarahan tentang intelijen yang menyebabkan operasi ini pada beberapa bulan yang lalu. Biden mengizinkan operasi tersebut awal pekan ini.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Lloyd Austin membenarkan bahwa al-Sudani telah tewas dalam sebuah pernyataan pada Kamis 26/1/2023).

“Pada 25 Januari, atas perintah Presiden AS Joe Biden, militer AS melakukan operasi penyerangan di Somalia utara yang mengakibatkan kematian sejumlah anggota ISIS, termasuk Bilal-al-Sudani, pemimpin ISIS di Somalia dan fasilitator utama untuk jaringan global ISIS. Al-Sudani bertanggung jawab untuk mendorong pertumbuhan kehadiran ISIS di Afrika dan untuk mendanai operasi kelompok tersebut di seluruh dunia, termasuk di Afghanistan,” terangnya.

“Tidak ada warga sipil yang dirugikan akibat operasi ini. Kami berterima kasih kepada anggota layanan luar biasa kami serta komunitas intelijen kami dan mitra antarlembaga lainnya atas dukungan mereka terhadap operasi kontraterorisme yang sukses ini,” lanjutnya.

Dia mengatakan pasukan AS bersiap untuk menangkap al-Sudani tetapi "tanggapan pasukan musuh" akhirnya mengakibatkan kematiannya.

Tidak ada tentara AS atau warga sipil yang tewas, meskipun satu anggota militer terluka selama operasi setelah digigit anjing militer AS.

Seperti diketahui, tidak biasa bagi AS untuk melakukan operasi melawan ISIS di Somalia, di mana operasi militer biasanya berfokus pada pejuang al-Shabaab, kelompok teror yang dominan di Somalia. Serangan itu terjadi setelah pasukan AS membunuh dua pemimpin ISIS dalam serangan udara di Suriah menjelang akhir tahun lalu.

Operasi tersebut merupakan kelanjutan dari strategi pemerintahan Biden untuk melawan ancaman teroris melalui operasi “over-the-horizon” seperti ini, perubahan strategi yang diperjelas presiden setelah penarikan AS dari Afghanistan.

Operasi tersebut diumumkan oleh Komando Afrika AS (AFRICOM) pada Kamis (26/1/2023), yang hanya mengatakan bahwa militer AS melakukan operasi kontraterorisme yang berhasil di Somalia dan bahwa tidak ada warga sipil yang terluka atau terbunuh.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement