JAKARTA - Mantan Wamenkumham Denny Indrayana membenarkan pernyataan Menko Polhukam Mahfud yang menyebut dirinya mendukung Anies Baswedan sebagai calon Presiden (capres) di Pemilu 2024 mendatang.
Bahkan, dirinya menyampaikan langsung dukungan tersebut saat bertemu dengan Mahfud MD.
"Saya menyampaikan kepada Prof Mahfud, saya dan seorang tokoh akademisi dan antikorupsi dari Yogyakarta tidak perlu juga saya sebutkan namanya bersepakat untuk mendukung Anies Baswedan dalam pilpres 2024 yang akan datang," ujarnya, Kamis (2/2/2023).
"Perlu saya koreksi, tidak benar juga kalau dikatakan saya meminta izin kepada Pak Mahfud. Yang benar, saya menyampaikan informasi dukungan tersebut. Atas pernyataan saya tersebut," imbuhnya.
Baca juga: Rocky Gerung hingga Eks Pimpinan KPK Dukung Anies Baswedan
Denny Indrayana menambahkan bahwa Mahfud MD mengapresiasi dukungannya kepada Anies Baswedan, meskipun Mahfud MD juga menyampaikan beberapa pandangannya terkait pencalonan Mahfud MD tersebut.
Baca juga: Gerindra Tak Akan Buka ke Publik Isi Perjanjian Politik Prabowo dan Anies Baswedan
"Prof Mahfud menyatakan Bagus. Bagusnya memang Anies Baswedan bisa menjadi capres. Meskipun kemudian beliau mengatakan Apakah teman-teman tidak mau mempertimbangkan calon presiden lain? Lalu beliau menyampaikan capres preferensinya, yang tidak etis saya sampaikan namanya di sini," tuturnya.
Denny Indrayana juga menyinggung soal isu adanya kasus-kasus hukum yang digunakan untuk menyandera beberapa pimpinan partai, termasuk soal KPK yang menyampaikan ke Mahfud MD untuk mentersangkakan seorang Ketum Parpol.
"Sebenarnya adalah materi diskusi kami di pertemuan sebelumnya. Prof Mahfud mengatakan kepada Ketua KPK saya sampaikan, jalankan sesuai bukti dan proses hukum saja. Jangan dicampur-adukkan dengan politik. Pandangan mana, yang tentu saja saya setujui," jelasnya.