2. Getaran Gempa M5,2 Banten terasa hingga Jakarta
Gempa M5,2 mengguncang Muarabinuangeun, sekira pukul 07:35 WIB. Gempa tersebut juga tak berpotensi tsunami.
Adapun getaran gempa terasa mulai dari Bayah, Banjarsari,Tamanjaya, Serang, Pandeglang, Malingping, Ciptagetar, Cikeusik, Labuan, Tangerang, Panimbang, Cinangka, Tangerang Selatan, Bogor, Cianjur, Sukabumi, hingga DKI Jakarta.
"Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG.
3. Gempa Banten Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia
Analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,40° LS ; 105,90° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 65 km BaratDaya Bayah, Banten pada kedalaman 41 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust).