Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Status Gunung Karangetang Siaga, Warga Diminta Waspada Guguran Lava

Arif Budianto , Jurnalis-Kamis, 09 Februari 2023 |12:24 WIB
Status Gunung Karangetang Siaga, Warga Diminta Waspada Guguran Lava
Ilustrasi/Foto: Istimewa
A
A
A

 

BANDUNG - Badan Geologi menaikkan status Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara dari level II (Waspada) menjadi level III (Siaga).

Masyarakat diminta mewaspadai terjadinya guguran larva yang dikhawatirkan dapat menimbulkan bahaya bagi masyarakat sekitar.

 BACA JUGA:Diungkap di Sidang, Arif Rachman Sempat Melawan Perintah Ferdy Sambo

"Potensi bahaya terbesar saat ini adalah terjadinya guguran dan aliran larva ke sektor tenggara dan selatan. Kami mengimbau warga menjauhi area tersebut sejauh 2,5 hingga 3,5 kilometer," jelas Koordinator Gunung Api PVMBG Badan Geologi Oktory Prambada, Kamis (9/2/2023).

Berdasarkan karakteristiknya, Gunung Karangetang bukan gunung dengan tipe erupsi vulkanik, gunung ini bisa mengeluarkan larva dalam jangka panjang hingga periode tahun. Posisi Gunung dengan lereng yang curam juga perlu diwaspadai terjadinya banjir lahar ke hilir.

 BACA JUGA: Usut Kasus Suap Hakim MA, KPK Panggil Pensiunan PNS hingga Ibu Rumah Tangga

"Berdasarkan riset kami, gunung api ini telah mengeluarkan magma 145 juta meter kubik atau 21.000 meter kubik per hari. Kami juga mencatat jumlah magma yang dikeluarkan dalam satu tahun lalu mencapai 7 juta meter kubik, " beber dia.

Sementara itu, Badan Geologi mencatat gempa yang terekam selama perioda Januari 2023 sebanyak 71 kali gempa Guguran, 52 kali gempa Hembusan, 8 kali Tremor Non-Harmonik, 94 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 19 gempa Vulkanik Dangkal, 152 gempa Vulkanik Dalam, 44 kali gempa Tektonik Lokal, 10 kali gempa Terasa, dan 371 kali gempa Tektonik Jauh.

Pada perioda 1 – 7 Februari 2023 terekam 162 kali gempa Guguran, 54 kali gempa Hembusan, 66 kali gempa Fase Banyak, 3 kali gempa Vulkanik Dangkal, 23 kali gempa Vulkanik Dalam, 3 kali gempa Tektonik Lokal, 1 kali gempa Terasa (MMI I) dan 42 kali gempa Tektonik Jauh.

Gunungapi Karangetang merupakan gunungapi strato, secara geografis terletak pada posisi koordinat 2o47’ Lintang Utara dan 125o 24’ Bujur Timur. Puncak G. Karangetang berada pada ketinggian 1784 m di atas permukaan laut. Secara administratif, G. Karangetang berada di Pulau Siau yang termasuk kedalam wilayah Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara.

Gunung Api Karangetang diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berlokasi di Desa Salili, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara.

Aktivitas vulkanik G. Karangetang dicirikan oleh pertumbuhan kubah lava yang terus bertambah umumnya terjadi pada kawah Utama (bagian selatan). Karakteristik erupsi G. Karangetang adalah erupsi efusif (leleran lava).

Sejak 25 November 2018 pusat erupsi berada di Kawah II (Kw. Utara), menghasilkan endapan lava di sepanjang Sungai Malebuhe hingga mencapai laut, aktivitas erupsi di kawah Utara tampak mulai berhenti pada Maret 2019.

Pada 20 Juli 2019 erupsi efusif terjadi lagi namun pusat aktvitas berpindah ke Kawah Utama (Kw. Selatan), erupsi ditandai dengan terjadinya luncuran lava pijar umumnya ke bagian barat, meluncur maksimum sejauh 1800 meter, serta luncuran ke arah tenggara, selatan dan barat daya maksimum meluncur jarak sejauh 2200 meter, dari pusat kegiatan. Tingkat aktivitas G. Karangetang adalah Level II (Waspada) Sejak 9 Februari 2021.

(Nanda Aria)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement