Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
989`

5 Fakta 15 Pekerja yang Disandera KKB di Papua Sudah Bebas, Ini Penjelasan Jenderal Kopassus

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 10 Februari 2023 |05:01 WIB
 5 Fakta 15 Pekerja yang Disandera KKB di Papua Sudah Bebas, Ini Penjelasan Jenderal Kopassus
Brigjen TNI JO Sembiring (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Satgas Operasi Damai Cartenz bersama warga berhasil melakukan evakuasi 15 orang pekerja bangunan Puskesmas di Distrik Paro, Kabupaten Nduga yang nyaris disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.

Komandan Komando Resor Militer 172/Praja Wira Yakthi (Korem 172/PWY), Brigjen TNI JO Sembiring mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Nduga yang membantu tim gabungan. Berikut beberapa faktanya:

1. Pembebasan Dibantu Bersama Warga

Komandan Komando Resor Militer 172/Praja Wira Yakthi (Korem 172/PWY),   mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Nduga yang membantu tim gabungan, atas pembebasan kepada pekerja bangunan.

 BACA JUGA:5 Penumpang Susi Air Lolos dari Maut, KKB Teroris: Mereka Asli Papua Kalau Mata-Mata Kami Tembak!

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu penyelamatan 15 orang pekerja yang telah di sandera KST pimpinan Egianus Kogoya," ujar Danrem, Brigjen TNI JO Sembiring.

Jenderal Kopassus ini melanjutkan, bantuan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa masih lebih banyak masyarakat yang tidak setuju dengan aksi teror yang dilakukan oleh kelompok Egianus Kogoya.

2. Para Pekerja Alami Trauma

Komandan Komando Resor Militer 172/Praja Wira Yakthi (Korem 172/PWY), Brigjen TNI JO Sembiring mengungkapan, proses menegangkan penyelamatan 15 pekerja tersebut. Hal ini tidak lepas dari keberanian para pekerja yang telah berusaha kabur dari hutan dengan bantuan masyarakat.

 BACA JUGA:Miliki 77 Butir Amunisi Ilegal, Dua Oknum TNI Ditangkap di Papua

"Hari ini TNI-Polri telah berhasil mengevakuasi para pekerja dan sedang kami amankan. Saya rasa mereka pasti trauma sehingga kita akan fokuskan untuk pemulihan kondisi mereka, baik dari kondisi psikis dan fisik mereka," ujar Danrem.

Masih kata Danrem, bahwa 15 pekerja pembangunan Puskesmas ini diancam oleh Egianus Kogoya akan dieksekusi dan dibunuh apabila tidak segera keluar dari Distrik Paro.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement