Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

10 Gempa Paling Mematikan di Dunia dalam 100 Tahun Terakhir

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 18 Februari 2023 |11:11 WIB
10 Gempa Paling Mematikan di Dunia dalam 100 Tahun Terakhir
Dampak gempa M 7,8 di Diyarbakir, Turki. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Turki dan Suriah masih terus bertambah seiring masih ditemukannya korban di bawah puing-puing bangunan. Hingga Jumat, (17/2/2023) jumlah korban tewas yang telah ditemukan telah mencapai lebih dari 41.000 orang.

Jumlah korban tersebut membuat gempa dahsyat berkekuatan M 7,8 yang mengguncang Turki dan Suriah pada Senin, (6/2/2023) termasuk dala 10 gempa paling mematikan dalam 100 tahun terakhir.

Berikut 10 gempa paling mematikan di dunia dalam seabad, sebagaimana dilansir dari VOA Indonesia

China 1976: 242.000 Tewas

Gempa berkekuatan M 7,8, menurut otoritas China atau M 7,5 menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), melanda sebuah kota di dekat kota industri Tangshan di timur laut Provinsi Hebei. Korban tewas resmi yang tercatat mencapai 242.000, tetapi diyakini angka korban jauh melebihi angka tersebut. 

Pakar Barat menyebutkan jumlah korban mencapai 700.000. Hal tersebut menjadikan malapetaka tersebut menjadi yang paling mematikan kedua dalam sejarah umat manusia, setelah bencana besar pada 1556 yang melanda Provinsi Shaanxi utara, dengan perkiraan jumlah korban mencapai lebih dari 830.000 orang.

BACA JUGA: Cerita Penyintas Gempa Turki: 11 Orang Berdempetan dalam Mobil di Suhu -20 Derajat Celcius 

Asia Tenggara 2004: 230.000 Tewas 

Pada 26 Desember 2004, gempa besar berkekuatan M 9,1 menghantam lepas pantai Sumatra, memicu tsunami yang menewaskan lebih dari 230.000 orang di seluruh wilayah, termasuk 170.000 di wilayah Indonesia saja.

Ombak setinggi 30 meter, melaju dengan kecepatan 700 kilometer per jam, menelan semua yang ada di jalurnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement