Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TGB: Umat Bersyukur Tinggal di Indonesia karena Mudah Rayakan Hari Besar Keagamaan

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Minggu, 19 Februari 2023 |09:53 WIB
TGB: Umat Bersyukur Tinggal di Indonesia karena Mudah Rayakan Hari Besar Keagamaan
TGB hadiri tabligh akbar/Foto: MNC Media
A
A
A

JAKARTA - Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia TGB HM Zainul Majdi mengajak umat Islam bersyukur dapat tinggal di Indonesia.

Ha itu disebabkan karena peringatan hari besar keagamaan, seperti acara Isra Mi’raj sangat mudah digelar di negeri ini.

 (Baca juga: Tabligh Akbar Isra Mi'raj di Serang, TGB: Ajak Anak ke Tempat Ibadah Merupakan Hal yang Baik)

"Tidak banyak negara seperti Indonesia, begitu bebas menggelar peringatan hari besar agama," kata TGB saat mengisi tausiah Tabligh Akbar Isra Mi'raj di Lapangan Bola Taman Banten Lestari, Kota Serang (18/2/2023).

Ketua Harian Nasional Partai Perindo ini membandingkan dengan negara Arab. Ia berkata, kegiatan pengajian di Arab terbatas.

Selanjutnya, di Mesir hanya di masjid besar yang dapat menggelar acara keagamaan. Bahkan, acara maulid nabi, Isra Mikraj, dan Nuzulul Quran digelar hanya sekali di sana.

"Beda dengan di Indonesia digelar di kampung-kampung," kata TGB.

Oleh karena itu, TGB merasa tak setuju bila ada yang menganggap umat islam ditindas di Indonesia. Padahal, di tanah air terdapat ormas Islam terbesar yakni Nahdlatul Ulama.

Tak hanya itu, jumlah masjid yang ada juga lebih dari 800 ribu tersebar di berbagai pelosok negeri. Menurutnya, jumlah tempat ibadah ini mengalahkan negara Arab.

"Kalau umat Islam ditindas tak mungkin jumlahnya sebanyak ini," ucap Ketua Umum Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) ini.

TGB juga menyebut, di luar negeri para tokoh agama juga tak dapat sembarangan ceramah. Ia berkata, para tokoh agama harus memegang izin dari otoritas setempat sebelum melakukan dakwah.

Dia memberi contoh di Singapura, di negara tersebut para habaib tak mudah untuk mendapatkan izin dakwah.

"Disana, undangan ya undangan tak boleh ngomong. Harus lapor dulu ke pemerintah, walaupun ulama besar. Hal sama juga terjadi di Malaysia, pun begitu di Saudi," ucapnya.

Hanya saja, kata TGB, di Indonesia banyak yang kurang menyadari, bahkan kelewatan saat mengisi pengajian. "Kadang yang disampaikan jauh dari tuntunan Islam," tutup TGB.

Pengajian dengan tema Hijrah Menuju Pribadi yang lebih baik untuk menjemput Ridha Alloh dihadiri Sultan Banten ke XVII Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerja Atmaja, Ketua DPW Perindo Provinsi Banten Mayjen (Purn) Joko Warsito.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement