Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Idjon Djanbi, Komandan Pertama Kopassus yang Kerap Didatangi Tentara Usai Pensiun

Tim Okezone , Jurnalis-Jum'at, 24 Februari 2023 |07:16 WIB
 Mengenal Idjon Djanbi, Komandan Pertama Kopassus yang Kerap Didatangi Tentara Usai Pensiun
Anak Mochamad Idjon Djanbi, Heru Djanbi (foto: dok Okezone)
A
A
A

MOCHAMAD Idjon Djanbi. Siapa yang tak kenal sosok pria ini di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD. Putra seorang petani bunga tulip yang pernah jadi sopir Ratu Belanda, Wilhelmina itu sangat tertutup dengan keluarga perihal pekerjaannya.

Hal itu diungkapkan oleh putranya, Heru Djanbi. Namun, Heru sendiri mengaku tak tahu banyak tentang kiprah ayahnya saat masih berdinas memimpin Kesatuan Komando Tentara Teritorium III/Siliwangi (Kesko TT III/Siliwangi), cikal bakal Kopassus.

“Kalau pengalamannya bapak (Idjon Djanbi) saya enggak banyak tahu ya, karena ketika bapak meninggal saja, saya baru umurnya 8 tahun. Tapi yang saya tahu, beliau banyak tertutupnya sama istri atau anak-anaknya tentang pengalaman militernya,” ungkap Heru kepada Okezone.

 BACA JUGA:Jenderal Kopassus Pimpin Operasi Pembebasan, KKB Terdesak Minta Barter Senjata dengan Pilot Susi Air

Tapi sedikitnya saat masih kecil, Heru dan keluarganya masih ingat bahwa setelah Idjon Djanbi resign, tak lagi jadi Komandan Kopassus dan “dikaryakan” di perkebunan di Jawa Barat, kediamannya masih sering disatroni para perwira militer.

“Yang saya ingat, mungkin ketika tahun 1975-1976, ada teman-teman bapak dari tentara ke rumah. Itu kita (keluarga) ditaro di luar. Enggak boleh masuk, enggak boleh dengar. Kita kasih minuman saja dari luar,” tambahnya.

“Biasanya kalau minuman sudah jadi, kita cuma ketuk pintu, bapak nyamperin ke pintu, buka, terus kunci lagi. Sedemikian bapak jaga rahasia,” sambung ketua organisasi Anak Korps Baret Merah (AKBM) tersebut.

 BACA JUGA:Di Tengah Kebimbangan, Sholat Istikharah Menuntun Subagyo Jadi Jenderal Kopassus

Heru juga mengaku tak tahu itu soal apa. Begitupun ibunya (istri Idjon Djanbi). Hanya kemungkinannya, mereka ingin bertukar pikiran dengan Idjon Djanbi soal masalah Timor Timur (Tim Tim).

“Kalau kita hubungkan dengan sejarah di Indonesia, mungkin soal Tim-Tim ya, yang saat itu lagi panas itu. Tapi kalau kita tanya: ‘Ada apa mereka datang sampai malam banget?’ Jawabannya bapak: ‘Ah enggak. Cuma kangen aja’. Padahal kita sempat lihat mereka di meja buka kertas gede-gede gitu,” tandas Heru.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement