Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak pernyataan Moskow bahwa Ukraina ingin mengambil alih wilayah itu, sementara Moldova sedih tuduhan itu tidak benar.
Vadim Krasnoselsky, presiden Transnistria, yang mendeklarasikan diri, sebelumnya menggambarkan situasi di kawasan itu tegang, tetapi mendesak orang untuk tetap tenang dan mengatakan bahwa warga akan segera diberi tahu jika ada ancaman bahaya yang muncul, demikian dilaporkan kantor berita RIA Novosti yang Rusia.
Transnistria adalah wilayah di tepi kiri Sungai Dniester yang memproklamirkan kemerdekaan dari Moldova pada awal 1990-an, tak lama setelah runtuhnya Uni Soviet. Sekira 1.100 tentara Rusia ditempatkan di Transnistria sebagai penjaga perdamaian untuk memantau gencatan senjata tahun 1992 antara pasukan Moldova dan milisi lokal.
(Rahman Asmardika)