Kelompok-kelompok pembela HAM mengatakan aksi kekerasan tersebut kini semakin diperkuat oleh keberadaan elemen di tubuh pemerintah Israel yang sangat pro-pemukim.
Polisi Israel secara rutin mengatakan sedang menyelidiki kasus-kasus seperti itu, tetapi para pegiat HAM mengatakan kerap pernyataan itu hanya retorika.
Kekerasan berkepanjangan untuk mengusir warga Palestina
Amal Awad tinggal di Tepi Barat yang diduduki. Menurutnya, aksi kekerasan yang terjadi merupakan bagian dari upaya lama untuk memaksa warga Palestina keluar dari tanah itu.
"Baru-baru ini, mereka mulai datang setiap beberapa hari. Kami biasanya melihat mereka. Lalu kami menelepon tetangga-tetangga untuk memperingatkan bahwa akan ada serangan," jelas Amal. "Tapi kali ini, mereka datang setelah tengah malam begitu semua orang sudah tidur."
Para pejabat Otoritas Palestina mengatakan telah terjadi 600 serangan serupa sejak awal tahun, meningkat tajam dibandingkan tahun lalu, ketika terdapat 55 serangan yang tercatat di bulan Januari dan Februari.
Insiden ini, biasa disebut sebagai "serangan bayar harga", yaitu aksi para pemukim Israel yang menentang pembongkaran permukiman ilegal Yahudi. Para pemukim ingin menghukum komunitas Palestina karena kehilangan lokasi permukiman yang tidak sah.