AMAL Awad mengintip melalui jendela yang pecah di rumahnya, yang dibuat menggunakan struktur beton kasar dan di sekelilingnya terdapat semak belukar. Sekilas bangunan itu tampak seolah didirikan asal jadi, tetapi sudah ada di situ selama beberapa dekade, seperti Amal.
Nenek Palestina itu mengatakan selama ini dirinya terbiasa diganggu pemukim Israel, tetapi sekarang gangguan tersebut menjadi lebih sering.
Pada 13 Februari tengah malam, dia mengatakan sekelompok pemukim Israel mengepung tanahnya. Mereka menghancurkan semua kaca, termasuk jendela mobil dan panel surya, kemudian menyerang rumah Amal.
Dari pemantauan kamera CCTV, sejumlah individu terlihat membawa tongkat bisbol.
"Saya mengkhawatirkan keluarga saya. Di rumah saya ada anak kecil dan cucu. Mereka juga takut," paparnya, sebagaimana dilansir dari BBC Indonesia.
BACA JUGA: Pria Bersenjata Palestina Tembak Mati 2 Warga Israel, Picu Serangan di Tepi Barat
Aksi kekerasan di Hawara, Tepi Barat
Rumah-rumah di kawasan Hawara, Tepi Barat, serta sejumlah kendaraan di sana hangus terbakar setelah massa pemukim Israel datang menyerang pada Minggu (12/2/2023) malam.
Sejumlah warga Hawara mengatakan kepada BBC bahwa kerumunan massa pemukim Israel mengamuk bersenjatakan tongkat besi dan batu selama berjam-jam. Mereka kemudian membakar bangunan-bangunan, mobil-mobil, hingga pepohonan.