Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Waduh! Banjir di Gang Cue Bekasi Belum Surut Selama 6 Bulan

Yohannes Tobing , Jurnalis-Jum'at, 03 Maret 2023 |19:28 WIB
 Waduh! Banjir di Gang Cue Bekasi Belum Surut Selama 6 Bulan
Pemukiman warga di Gang Cue Bekasi kebanjiran selama enam bulan (foto: MPI/Yohannes)
A
A
A

BEKASI - Warga di pemukiman Gang Cue RT02 dan RT06/RW 01 Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi harus hidup berdampingan dengan genangan air. Pasalnya dua pemukiman ini sudah merasakan genangan air selama enam bulan.

Bahkan genangan air di pemukiman Gang Cue tepatnya di RT06 tidak surut selama lebih dari enam bulan. Kondisi genangan air paling surut bahkan masih setinggi betis orang dewasa atau sekitar 30 sentimeter.

 BACA JUGA:

MNC Portal Indonesia menyambangi lokasi ini dan melihat ketinggian air mencapai 30 sentimeter di jalan utama warga. Kondisi air makin meninggi hingga pinggang orang dewasa jika menuju pemukiman yang lebih dalam.

"Dari Oktober tahun 2022 itu gak pernah kering sampai sekarang, paling surut sedengkul," kata Ketua RT6 Kelik Teguh indarto, Jumat (3/3/2023).

Curah hujan yang tinggi belakangan ini menambah beban masyarakat. Pasalnya jika hujan mulai mengguyur kawasan Kota Bekasi, genangan air pun akan masuk ke dalam rumah.

 BACA JUGA:

"Ini jelas terganggu lah, ini kan banyak yang dagang-dagang itu masaknya jadi terganggu," ucap dia.

Meski sudah enam bulan kebelakang diterpa banjir, masih banyak warga yang memilih menetap pada pemukiman itu. Dilain sisi, belum diketahui jelas apa penyebab dari genangan air yang terjadi berbulan-bulan.

"Pembuangan air terakhir kan ke sungai, mungkin gak kesana (air). BMSDA aja bingung itu apa karena gorong-gorong mampet atau karena air gasampai kali," ujarnya.

Hal senada diucapkan Kaman, warga pemukiman RT02 atau beberapa meter ke dalam dari RT06. Akibat genangan yang tidak surut itu, alat pompa air pun harus disiagakan di jalan rumah warga.

Bahkan saking lamanya air tak surut, genangan air sudah mulai menghitam dan menghasilkan bau tak sedap. Rumah-rumah warga yang sudah ditinggali pun juga sudah terlihat rusak.

"Ada surutnya kalau gak hujan, tapi surutnya hanya semata kaki, enggak benar-benar kering total," tuturnya.

Kondisi ini semakin parah jika melihat curah hujan yang meningkat selama dua minggu kebelakang. Bahkan dimulainya curah hujan yang tinggi membuat pemukimannya bak kota mati.

"Sekarang kita sudah kosong semua, sekarang udah pada mengungsi semua sudah hampir seminggu," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement