Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dikepung Jenderal Kopassus Ahli Perang Hutan, Pilot Susi Air Ternyata Tidak Bersama Egianus Kogoya

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Sabtu, 04 Maret 2023 |16:49 WIB
Dikepung Jenderal Kopassus Ahli Perang Hutan, Pilot Susi Air Ternyata Tidak Bersama Egianus Kogoya
KKB Teroris Sandera Pilot Susi Air
A
A
A

JAYAPURA – Komandan Korem 172/ Praja Wira Yakthi, Brigjen TNI JO Sembiring ditunjuk sebagai Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) operasi pembebasan Pilot Susi Air Kapten Philips Mark Mahrtens.

Hal ini membuat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) teroris pimpinan Egianus Kogoya semakin terdesak akibat pengejaran pasukan gabungan TNI-Polri.

(Baca juga: Tiga Pekan Teroris KKB Dikejar Jenderal Kopassus Ahli Perang Hutan, Begini Kondisi Terbaru Pilot Susi Air)

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Mathius Fakhiri mengatakan, upaya pembebasan sandera berkebangsaan Selandia Baru dari tangan kelompok kriminal bersenjata masih terus berproses.

Menurut Kapolda, aparat keamanan tidak akan melakukan langkah gegabah yang dapat menimbulkan korban jiwa, baik itu warga sipil maupun sandera.

"Oleh karena itulah, berbagai pendekatan terus dilakukan, terutama melalui para tokoh agar tidak menimbulkan jatuh korban," kata Kapolda di Jayapura, dilansir Antara, Sabtu (4/3/2023).

Ia mengatakan memang dari laporan yang diterima posisi sandera berkebangsaan Selandia Baru yang berprofesi sebagai pilot Susi Air itu terus berpindah-pindah.

Keberadaan pilot Philip Mark Merthens tidak berada bersama Egianus Kogoya yang memimpin pembakaran pesawat milik Susi Air di Paro, Kabupaten Nduga.

"Yang pasti, baik sandera maupun KKB pimpinan Egianus Kogoya sudah tidak berada di Kabupaten Nduga," kata Fakhiri.

Menurutnya, memang tidak mudah membebaskan sandera tersebut karena harus diperhitungkan dengan cermat karena di sekelilingnya banyak warga sipil, termasuk anak-anak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement