Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Srikandi Pemadam Kebakaran Hutan di Borneo, Talukkan Rasa Takut

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Kamis, 09 Maret 2023 |12:52 WIB
Cerita Srikandi Pemadam Kebakaran Hutan di Borneo, Talukkan Rasa Takut
Fitria Sri Handayani. (Foto: Klik Hijau/Dok Ist)
A
A
A

Pasca 10 tahun mengabdi, Ria langsung diangkat menjadi Komandan Regu Manggala Agni Kabupaten Ketapang. Selama 15 tahun mengabdi, ia telah mencicipi asam-garam bekerja yang bersinggungan dengan karhutla.

Kepada MPI, ia mengaku pilihan untuk tetap mengabdi di Manggala Agni hanya untuk hidupnya bisa berguna dan bermanfaat, baik bagi masyarakat maupun lingkungan.

"Iya awalnya seperti itu, ingin lebih berguna, lebih bermanfaat untuk lingkungan, untuk masyarakat," tutur Ria.

Ria merasa senang dan bahagia dalam menekuni profesinya sebagai penjaga hutan dari ancaman karhutla. Meski profesinya tak ladzim digeluti oleh perempuan, ia tetap ingin terus bekerja di Manggala Agni.

"Alasan saya bertahan, pertama memang saya sudah lama di Manggala Agni, sudah 15 tahun. Jadi jiwa dan larakter saya memang terbentuk di sini. Nah kami selalu berupaya semaksimal mungkin agar langit Indonesia tetap biru dan bebas asap," ucap Ria.

"Jadi memang lebih ingin berguna dan bermanfaat saja saya bertahan untuk masyarakat dan alam. Kayaknya kalau tak ada kebakaran itu jadi sneang kami, warga bisa hirup udara bebas asap," tambahnya.

Untuk menyiasati rasa rakut, Ria merasa perlu dilawan. Baginya, rasa takut bisa diatasi dengan cara dihadapi. "Menurut saya untuk melawan rasa takut harus dijalani. Setelah dijalani, kita rasakan, ternyata tidak menakutkan yang awalnya oh memadamkan api begini. Jadi kalau menurut saya, melawan rasa takit dengan dijalani," ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement