Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Survei IPO: Popularitas Partai Perindo 61,2% di Atas PKB, PKS dan Nasdem

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Sabtu, 11 Maret 2023 |14:13 WIB
 Survei IPO: Popularitas Partai Perindo 61,2% di Atas PKB, PKS dan Nasdem
Illustrasi (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terbaru terkait popularitas dan elektabilitas partai politik dengan tema 'Persepsi atas Kinerja Pemerintah dan Konstelasi Politik Nasional Menuju 2024'.

Dalam temuan terbarunya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengungkapkan, bahwa popularitas Partai Persatuan Indonesia (Perindo) saat ini mencapai angka 61,2%.

"Temuan dengan pertanyaan jika hari ini dilaksanakan pemilihan Presiden apakah bapak atau ibu mengenali logo dan nama dari partai politik ini," kata Dedi, Jakarta, Sabtu (11/3/2023).

Angka popularitas Perindo sendiri berada di atas partai PKB, PKS, Nasdem dan PPP. Sementara itu, untuk elektabilitas, Partai Perindo berara di urutan sembilan dengan angka 4,1%. Jumlah itu di atas PPP, Hanura, dan PSI.

Survei ini sendiri dilaksanakan pada 1 hingga 7 Maret 2023. Dengan metode survei menggunakan Multistage Random Sampling (MRS).

IPO terlebih dulu menentukan sejumlah Desa untuk menjadi sample, pada setiap desa akan dipilih secara acak menggunakan random kish grid paper sejumlah 5 rukun tetangga (RT), pada setiap RT dipilih 2 keluarga, dan setiap keluarga akan dipilih 1 responden dengan pembagian laki-laki untuk kuesioner bernomor ganjil, perempuan untuk bernomor kuesioner genap.

Total responden laki-laki dan perempuan pada pembagian 50:50%. Pada tiap-tiap proses pemilihan selalu menggunakan alat bantu berupa lembar acak.

Metode ini memiliki pengukuran kesalahan (margin of error) 2.90%, dengan tingkat akurasi data 95%. Setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sample bertingkat.

Survei ini mengambil representasi sample sejumlah 1.200 responden yang tersebar proporsional secara nasional. Dengan teknik tersebut memungkinkan setiap anggota populasi (responden) mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau tidak dipilih menjadi responden. Untuk menguji validitas reponden, IPO melakukan spot check pada 15% dari total populasi sample.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement