Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TNI Pilih Upaya Negosiasi dalam Pembebasan Pilot Susi Air

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 16 Maret 2023 |12:34 WIB
TNI Pilih Upaya Negosiasi dalam Pembebasan Pilot Susi Air
Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Krisdiyanto. (Foto: ANTARA)
A
A
A

KABUPATEN BOGOR - TNI memilih upaya negosiasi dalam proses pembebasan pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens, yang sejak beberapa pekan lalu disandera kelompok kriminal bersenjata di Papua.

"Kita mengikuti kebijakan pemerintah bahwa kita bernegosiasi dulu agar sandera ini selamat tanpa ada cedera apa pun," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda TNI Krisdiyanto kepada wartawan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, (15/3/2023).

Menurutnya, upaya negosiasi dipilih untuk mengedepankan keselamatan sandera, meskipun langkah itu membutuhkan waktu yang relatif lebih lama jika dibandingkan dengan tindakan mengeksekusi para separatis yang menyandera.

"Memang kalau negosiasi tidak akan sebentar, pasti butuh waktu yang panjang dan kita semua harus sabar karena ini menyangkut nyawa manusia yang harus kita selamatkan, meskipun hanya satu orang," jelasnya sebagaimana dilansir ANTARA.

Krisdiyanto menambahkan hingga kini Satgas TNI masih melakukan operasi bersama Polri dalam misi penyelamatan pilot Mehrtens.

Satuan TNI telah mengetahui beberapa titik yang dicurigai sebagai tempat keberadaan para separatis di Papua melalui sarana yang dimiliki, baik pesawat udara maupun tim inteligen.

"Dengan medan Papua yang sedemikian berat, ada risiko jika kita langsung mendekat ke situ. Kan kelompok mereka mengancam, kalau TNI maju, sandera akan dibunuh, nah itu yang akan kita hindari. Apalagi pemerintah daerah sudah berupaya akan bernegosiasi dengan pihak tersebut," paparnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement